Muslih

"Terus belajar untuk menjadi guru yang lebih baik dari kemarin, hari ini dan esok." Dari Bima , NTB merantau ke Kalimantan tahun 2000 dan sekrang mengabdi pada...

Selengkapnya
Navigasi Web

Harta Yang di Bawa Mati

Setiap yang berjiwa pasti akan mati, dan ketika meninggalkan kehidupan fana ini tak ada harta benda dunia yang dibawa. harta benda dunia hanya bersifat sementara dan sesaat. Memiliki harta di dunia adalah biasa, karena sudah berusaha dan bekerja untuk meraihnya. namun, apabila seseorang masih memiliki harta ketika berada di alam barzakh itu sangat luar biasa. lho kok bissa??

Rasulullah SAW, bersabda

"Dari Abu Hurairah ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jika seseorang meninggal dunia, maka terputusah amalnya, kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak yang shalih." (H.R.Muslim)

Sedekah jariyah, sedekah yang terus mengalir pahalanya selama dimanfaatkan. sekarang banyak sekali ditemukan platform yang memungkinkan seseorang untuk sedekah jariyah. Melalui gadget banyak sekali diitemukan pemberitahuan tentang permintaan bantuan untuk orang-orang yang kekurangan. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid/tempat ibadah, membangun kelas sebagai sarana dan prasarana belajar ilmu syar'i, menggali sumur, serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

seringkali kita mendengar harapan, "semoga ilmunya bermanfaat." ilmu memang bermanfaat bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu hal yang baru. tetapi kalau ilmu tidak dimanfaatkan, bagaimana bisa memberikan kebaikan? Ilmu bukan hanya bermanfaat tetapi harus dimanfaatkan. seseorang mengetahui bahwa bersedekah bukan mengurangi harta, tetapi justru akan menambah harta, tetapi enggan bersedekah. jadi, ilmu dan hartanya tidak memberikan manfaat bagi akhiratnya. seseorang mengetahui manfaat shalat untuk mencegah dari kemunkaran, tapi enggan untuk mengerjakannya. seseorang mengetahui minum air putih sangat baik bagi kesehatan, tapi lebih memilih minuman bersoda karena lebih bergengsi. Jadi, mari tanamkan dalam diri, keluarga, anak, anak didik dan siapapun bahwa ilmu itu bukan hanya mengetahui manfaatnya tapi harus dimanfaatkan.

Untuk mencetak anak menjadi shalih, harus melalui didikan dan pembiasaan sejak usia dini. Dimulai dari madrasah yang pertama dan utama, melalui teladan, afirmasi yang positif, dan pemilihan teman bergaul yang baik. Anak yang shalih tidak hanya anak kandung, tapi setiap anak yang telah dididik dengan baik, melalui pendidikan formal maupun informal yang kelak akan selalu mendoakan.

Semoga hati dan pikiran kita selalu tercerahkan dan mari perbanyak harta yang akan dibawa mati. Barakallahu

Bumi Bahaum Bakuba, 14092021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen ulasannya, Pak. Salam literasi!

14 Sep
Balas

Terima kasih pak, salam litrasi juga

14 Sep

Top bgt

15 Sep
Balas

Terima kasih Bu

15 Sep

Masyaallah. Terima kasih Pak. Swmoga Allah memberi kesempatan pada kita untuk terus menabung untuk bekal nanti.

18 Sep
Balas

Aamiin, terima kasih Bu

18 Sep

Ulasan yang sangat bermanfaat. Mantap Pak. Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu

14 Sep
Balas

Aamiin.... Terima kasih Bu. Semoga kita selalu disehatkan, bshagia dan sukses

14 Sep



search

New Post