Mancing di Laut
Indonesia merupakan poros maritim dunia. Indonesia memiliki luas laut lebih besar dibandingkan daratan. Perbandingannya 1 daratan 3 perairan. Negara Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia sehingga wilayah neritik yang kaya akan ikan berada diseluruh laut Indonesia.
Mengapa Indonesia disebut poros maritim? Karena Indonesia berada pada posisi silang dunia secara geografis yaitu terletak diantara dua samudera dan dua benua. Samudera Hindia/Indonesia dan Samudera Pasifik serta Benua Asia dan Australia. Sehingga Indonesia menjadi lalu lintas transportasi laut dunia.
Selain itu laut Indonesia sangat kaya akan berbagai potensi seperti keindahan pantainya, gelombang laut, ikan, dan berbagai biota laut lainnya seperti rumput laut, trumbu karang, kerang, teripang, bulu babi, cumi, sotong, udang, dan masih banyak lainnya.
Cara menangkap biota laut beranekaragam. Diantaranya dengan cara memancing. Memancing merupakan menangkap ikan yang ramah lingkungan dibandingkan menangkap ikan mengunakan bom ikan, menangkap ikan dengan racun, bahkan mengunakan jaring pukat harimau.
Memancing umumnya dilakukan oleh nelayan sebagai mata pencarian utama selain menjala ikan atau mengunakan perangkap ikan lainnya. Akan tetapi ada juga orang yang jauh dari laut tetapi sengaja melaut khusus untuk memancing.
Bahkan mancing masuk kategori olahraga? Mengapa? Karena memancing membutuhkan energi yang banyak jika ikan yang diangkat ukurannya besar. Sehingga olahraga mancing di laut sering diadakan untuk memperebutkan piala dan hadiah. Bahkan memancing dilaut bisa dikategorikan wisata.
Memancing di laut bagi orang awam bukanlah hal mudah. Memancing di laut jika tidak terbiasa dapat menyebabkan mabok laut. Pusing berkepanjangan dan muntah-muntah. Sehingga mancing di laut membutuhkan stamina yang mumpuni.
Memancing di laut juga membutuhkan perangkat memancing yang lengkap dan handal. Bahkan seorang pemancing laut harus faham bagaimana merakit semua perangkat pancing.
Memancing di laut bisa dilakukan disekitar pantai, muara sungai, bagan, bahkan ketengah laut. Jika ketengah laut harus menyewa perahu nelayan sifatnya harian.
Pemilik perahu akan membawa pemancing pada spot ikan di laut. Si pemancing harus membawa perangkat pancing lengkap, bok tempat ikan yang diisi es sebagai pengawet, serta logistik selama memancing. Jika sedang beruntung pulang akan membawa banyak ikan.
Menurut nelayan, ikan juga musim-musiman misalnya sedang musim ikan tongkol, tuna, kue, kembung, dan lain sebagainya.
Memancing di laut bukan tanpa bahaya. Masih ingat Tsunami Selat Sunda dimana para pemancing malam terjebak ditengah laut dan menjadi korban.
Selain itu memancing di samudera berpotensi terjebak badai sehingga perahu pemancing terancam tenggelam bahkan bisa terdampar di pulau tidak berpenghuni atau wilayah lain yang jauh. Sangat beresiko, sehingga mengajak orang yang faham medan adalah suatu keharusan.
Memancing ke tengah laut jika situasi dan kondisinya mendukung adalah hal yang seru dan menyenangkan. Jangan lupa meminum obat anti mabok laut, jika tidak terbiasa memancing di laut.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar