"Jawara" Tugu Balaraja, Tangerang Banten
Banten terkenal dengan kerajaan Islam di ujung barat Pulau Jawa pada masa lampau. Bahkan saat Banten memisahkan diri dari provinsi Jawa Barat, sehingga Banten menjadi provinsi tersendiri.
Saya kelahiran asli Banten. Saat kecil kental dengan dunia pesantren, jawara, dan berbagai ilmu kanuragan. Saat saya kecil setiap sore pergi ke rumah ustad untuk mengaji bahkan bisa juga tinggal di pesantren untuk ngobong.
Pada malam tertentu beberapa jawara membuka latihan pencak silat. Setiap kampung aliran pencak silatnya berbeda. Kampung saya sendiri alirannya beksi. Sedangkan tetangga kampung aliran pencak silatnya cimande dan juga merpati putih.
Berapa santri juga ada yang ikut serta. Mereka akan berlatih setelah mengaji kitab kuning pasca salat Isya. Saat jadwal latihan pencak silat biasanya kedatangan tamu untuk menantang duel. Biasanya jawara di daerah saya selalu menang. Tidak cukup disitu bagi santri yang sudah mumpuni masalah ilmu agama akan diberikan amalan puasa untuk ilmu kanuragan oleh guru ngajinya.
Wajar jika ke daerah Balaraja, Tangerang tugunya adalah seorang jawara dengan golok dipinggang melintang. Balaraja asal katanya bale dan raja. Bale itu tempat duduk yang terbuat dari bambu sedangkan raja, pada zaman dahulunya tempat persinggahan raja-raja sebelum ke kerajaan Banten.
Para jawara di wilayah Banten bukan isapan jempol biasa. Komunitasnya juga masih ada sampai dengan sekarang. Ciri khasnya Jawara, kontrolnya dari para Abuya yang merupakan ulama dengan ribuan santri dan kultur ilmu kanuragan masih kental.
Zaman now sudah mulai menyesuaikan dengan zaman. Pondok pesantren sudah mulai modern dengan sistem boarding school. Para santri belajar agama juga ilmu umum. Khusus pencak silat sudah mulai dikembangkan melalui sekolah dengan kegiatan ekstrakulikuler.
Walaupun semuanya di masa lalu, tetapi jejak sejarahnya masih sangat kental sebagai ciri khas Banten. Bahkan ilmu-ilmu hutan (hitam) juga masih banyak karena para dukun-dukun juga masih ada dibeberapa wilayah tertentu.
Tugu Jawara di Balaraja, Tangerang adalah saksi bisu sebagai pengejawantahan simbol Banten sebagai provinsi Jawara.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Nama tempat memang tidak bisa dilepaskan dari sejarahnya ya pak. Sukses dan sehat pak Mulya