Alasan Kenapa Kita Harus Menjujung Tinggi Bahasa Indonesia
Selain berperan sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang memberikan semangat dalam mencapai tujuan menjadi sebuah negara yang merdeka.
Lahirnya bahasa Indonesia dimulai dengan gerakan Budi Utomo pada tahun 1908, yang kemudian dilanjutkan dengan Kongres Pemuda Indonesia pada tahun 1926 dan 1928. Perjalanan ini akhirnya mencapai puncaknya dengan pernyataan suci dalam Sumpah Pemuda, yang salah satunya menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sumpah Pemuda bisa dianggap sebagai langkah awal dalam mengangkat martabat bahasa Indonesia.
Menariknya, bahasa Indonesia tidak biasa, di mana tidak mengalami fase proto-lingual yang biasanya ditemui dalam proses pembentukan bahasa. Biasanya, transformasi dari bentuk proto-lingual menjadi bahasa baku memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan generasi, dengan syarat bahwa bahasa tersebut terus digunakan oleh para penuturnya dan menyebar secara luas.
Namun, bahasa Indonesia nampaknya langsung menjadi bahasa yang siap berkembang dengan berbagai bentuk, status, dan fungsi, tanpa melalui proses yang panjang seperti biasanya.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Bahasa Indonesia resmi diakui sebagai bahasa negara dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar hukum negara Republik Indonesia. Pasal 36 dalam Bab XV Undang-Undang Dasar 1945 dengan tegas menyatakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Tidak hanya itu, pada tahun 1954, dalam Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan, dinyatakan bahwa Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia berkembang dari bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) tidak hanya di Kepulauan Nusantara, tetapi juga di hampir seluruh Asia Tenggara.
Berikut alasan mengapa kita harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia, yaitu:
Sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Penjajah
Menurut buku Bung Karno Peyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams, pada umur 16 tahun Sukarno meminta izin untuk berbicara di studi klub (Studieclub) Hoogere Burgerscholl (HBS) Surabaya.
Dalam diskusi tersebut Sukarno memakai bahasa Melayu, namun ketua Studieclub mengatakan, “Adalah menjadi suatu keharusan bagi generasi kita untuk menguasai betul bahasa Belanda.” Lalu semua orang menyetujuinya.
Namun, Sukarno tidak menyetujuinya karena menginginkan diskusi di Studieclub menggunakan bahasa Melayu, bukan bahasa Belanda. Ia mengatakan:
“Saya berpendapat, bahwa yang pertama-tama harus kita kuasai adalah bahasa kita sendiri. Marilah kita bersatu sekarang untuk mengembangkan bahasa Melayu. Kemudian baru menguasai bahasa asing. Dan sebaiknya kita mengambil bahasa Inggris, karena bahasa itu sekarang menjadi bahasa diplomatik.”
Oleh karena itu, Direktur HBS Surabaya, Tuan Bot memandang Sukarno dengan tajam. Dan inilah momen pertama kali Sukarno berpidato.
Sebagai Media Kelas Penghapusan
Dalam buku Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis karya Eka Kurniawan, Pramoedya mengatakan bahwa bahasa Jawa sangat identik dengan kelas-kelas dalam masyarakat (atau kasta-kasta dalam tradisi Hindu.
Sedangkan bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Pasar sebagai lingua franca kala itu. Bahasa Melayu Pasar dikenal sebagai bahasa tanpa kelas, bahkan tanpa membedakan gender.
Mengutip tulisan Pramoedya di novel Anak Semua Bangsa :
“Kalau begitu memang tepat kau harus memilih bahasa Melayu, Mink, bahasa itu tidak mengandung watak tertentu, tetap dengan kehendak Revolusi Prancis”
Juga kutipan di novel Jejak Langkah :
“Bahasa Jawa tidak praktis. Tingkat-tingkat di dalamnya adalah bahasa untuk menyatakan kedudukan diri. Melayu lebih sederhana. Organisasi tidak memerlukan pernyataan kedudukan diri. Semua anggota sama tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar