Syair Binasa Besi Karena Karat
Syair Binasa Besi Karena Karat
#
Hajat mengupas sebuah nenas
Tekak perkenan hendak mengupas
Mengambil pisau sayat terlepas
Kurang tajam pantul terhempas
Terlihat karat memakan besi
Menulis syair waktu terisi
Hilang sengketa menepis sangsi
Sambil tuntas kemelut lunasi
Kasihan melihat nasib pisau
Karena karat membuat risau
Mengambil batu asah kemilau
Barulah dapat terarah pantau
Pepatah lama singgah teringat
Binasa besi karena karat
Pernah tumpul tajam sesaat
Batas keadaan selalu mengikat
Banyak musibah salah sendiri
Cepatlah insan segera sadari
Bencana datang takkan hindari
Berbenah cepat perbaiki diri
Terlalu ikut gelora syahwat
Hingga biasa berbuat jahat
Kalau tidak dapat matlamat
Mulai siasat kelaku khianat
Sikap sombong bersikap angkuh
Serabut pikir berwajah keruh
Paling gemar membuat gaduh
Ambil putusan suka menuduh
Sulit mengekang nafsu amarah
Nasehat baik sering dibantah
Kotor ucap sumpah serapah
Pandang orang terasa menyampah
Itulah sebab datang penyakit
Kadang memberi suka mengungkit
Hitam hati terkena penyakit
Mengata orang lidah berkelit
Resah gelisah menguncang pikir
Tidak terima suratan takdir
Hasud berucap kata menyindir
Selalu berbohong dalih pelintir
Terjerumus dalam perangkap dosa
Tentulah pasti berujung binasa
Tiada berguna segala kuasa
Kalau hidup semakin tersiksa
Jikalau seteru baik menghindar
Manfaat tiada kalau bertengkar
Waktu menjawab siapa benar
Usah berlagak merasa pintar
Adat hidup begitu sememang
Lumrah sesama saling berperang
Kadang susah kadang senang
Tergantung sudut mata memandang
Jangan sampai Tuhan murka
Berbuat jahat perangai sesuka
Nanti malah menjerit luka
Dalam ternganga dirundung duka
Cepat kembali ke pangkal jalan
Jangan tersesat belok berterusan
Tersilap arah tergelincir tujuan
Pupus sudah segala impian
Padahal karat bukanlah kokoh
Malah terlihat tampilan hodoh
Jangan tertawa singai seloroh
Banyak kejadian jadikan contoh
Kalau hendak dikata hebat
Banyak memberi sumbang berbuat
Jalani hari menebar manfaat
Berkerja keras gapai matlamat
Memang kadang sering terluka
Lumrah hidup terhadang duka
Bangkit kembali berbaik sangka
Melangkah maju berdepan muka
Ambillah minyak sapulah karat
Pisau kembali akan mengkilat
Tajam menakik kayu sekebat
Membakar marah tinggi menjulat
Kemudian mula ucap bismillah
Mengayun cita mencari berkah
Tebar senyum indah merekah
Seperti pisau setelah diasah
Kelapapati, 21 Rabiul Awal 1443 H
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wah' syairnya keren Pak Rizal.. Salut sama Pak Rizal ahlinya syair.Kasihan melihat nasib pisauKarena karat membuat risau.Jangan sampai orang lain yang jadi risau ya Pak Rizal. Biarkan yang punya pisau mengasahnya kembali. Syairnya oke semua. Maaf, saya baru bisa berkunjung ke gubuk Pak Rizal. Salam sehat dan salam literasi.
Terima kasih banyak!
Alhamdulillah!