Novi Tasari, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mari kita terapkan budaya Malu, malu yang seperti apakah?

Mari kita terapkan budaya Malu, malu yang seperti apakah?

Budaya positif adalah sikap, nilai, kepercayaan, dan praktik-praktik yang menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi orang untuk berkembang dan berkontribusi secara positif. Budaya positif merujuk pada kumpulan norma, nilai, dan kebiasaan positif yang berkembang.

Berbicara tentang budaya positif itu tidak lah mudah untuk diterapkan, hal ini butuh dukungan dari semua pihak dan yang paling penting dari kesadaran diri. Ketika kita ingin menerapkan budaya positif di sekolah, kita harus benar-benar memunculkan motivasi intrinsik, yaitu melakukan segala sesuatu karena faktor kesadaran diri bukan dari faktor luar seperti pujian dan iming-iming hadiah.

Banyak sekali contoh dari Budaya positif sekolah, seperti disiplin positif, membuat keyakinan kelas bersama murid, dan penerapan segitiga restitusi. Akan tetapi, dalam artikel kali ini saya akan membahas mengenai disiplin positif. Menurut saya ini cocok sekali pembahasan nya karena sebentar lagi kita akan menghadapi pembelajaran semester 2.

Saya paham betul, kita sebagai guru ketika setelah liburan, perlu mengembalikan semangat untuk mengajar di semester 2 ini. Tidak sedikit diantara kita masih ada yang merasa jetlag dan perlu penyesuaian. Maka dari itu, mari kita siapkan jiwa raga kita untuk menyambut peserta didik kita dan mempersiapkan pembelajaran yang lebih menarik.

Mari kita terapkan 6 budaya malu sebagai penerapan dari disiplin positif di sekolah, apakah itu?

1. Malu datang terlambat di sekolah

2. Malu tidak mengikuti kegiatan sekolah seperti briefing pagi, dan kegiatan siswa lain nya

3. Malu tidak mendampingi sholat Dzuhur berjamaah dan shoalt Duha

4. Malu tidak menerpakan 5S di lingkungan sekolah

5. Malu berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai aturan

6. Malu tidak menjadi teladan yang baik untuk siswa

6 budaya malu diatas merupakan fondasi yang penting untuk menjadikan kita sebagai teladan yang baik untuk siswa kita. Karena saya percaya untuk mencipatkan generasi yang berakhlakul karimah, cerdas, dan berjiwa mimpin sangat diperlukan contoh yang baik dari guru-gurunya. Kita bisa mewujudkan semua itu melalui pendidik yang mampu memberikan teladan di setiap perilakunya.

Semoga kita bisa menjadi guru yang tulus yang mampu memberikan contoh baik untuk anak didik kita. Semangat para guru hebat

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Terima kasih bunda, sudah berbagi tips-tips yang baik, salam sehat

31 Dec
Balas

Terima kasih tips budaya malunya untuk meningkatkan integritas siswa. Salam inovasi

31 Dec
Balas



search

New Post