PERJUANGAN DI KAMAR FLADEO
Waktu begitu cepat berlalu tidak terasa sudah beberapa hari saya menjadi penghuni ruangan ini, yang terlihst hanya tembok dan gorden pembatas, mengerikan sesekali nampak suster atau dokter ,yang susah untuk mengenalinya karena semua berpakaian ala Astronut. Walau demikian dalam.menahan rasa sakit dan sesak di dada, tetap mulut ini mengucap syukur ,berterimkasih atas kebaikan da kelemah lembutan para medis yang merawat saya.
Setiap mereka datang berkunjung, melihat,ngecek keadaan saya suara- suara lembut itu selalu terngiang ," Selamat pagi bu Rumondang, Bagaimana keadaannya? Semoga semakin membaik ya"! Luar biasa kesabaran para suster yang masih usia muda - muda itu. Mereka tetap bersikap ramah , memberikan service terbaik buat para padien, Seakan mereka tidak memiliki rasa takut padahal setiap waktu mereka pun bisa terpapar.Namun ketakutan dan kekhwatiran itu serasa tidak meeka ingat bahkan mungkin jauh dari pikiran karena tugas dan tanggung jawab di garda terdepan.
Terlebih lagi saya sangat bersyukur, disetiap waktu yang dimiliki bahkan di tengah kesibukannya merawat pasien di lt 5 RS Siloam , edaq, sahabatku saudaraku ,suster cantik Olga br Pangaribuan selalu meluangkan waktunya melihat kondisiku ke kamarku di Lt 1 S03. Setiap datang, ada rasa sukacita dan power positif yang dia bawa untukku. Memberi semangat, menghibur dan menguatkanku, walau ku tahu dia juga begitu lelah.
Achh Engkau Tuhan Allah yang Luar biasa, yang mengirimkan suster Olga bagiku, belum lagi setiap datang, ada saja buah tangan yang dia bawa, selalu penuh perhatian, memberi makanan, membawa minuman ,bahkan sampai membawakan titipan dari teman teman lain, bukan itu saja , sampai hal - hal kecil dia perhatikan sekelilingku, Tisu ,air termos, obat yang ku konsumsi semuanya diperhatikan. Sahabat yang baik da penuh kasih.Semua ini karena kasih Tuhan.
Suatu malam, seorang suster masuk ke kamarku dengan membawa berbagai obat yang harus disuntikannke tubuhku, Dengan ciri khas sapaan suster -suster yang lembut yang biasa ku dengar Suster itu juga berkata," Selamat malam bu Rumondang, bagaimana perasaannya? Dengan penuh senyum , Sambil berkata, maaf ya bu, saya mau suntik, sedikit sakit, tolong tarik nafas panjang, saya hanya bisa menganggup ,mengiyakan setiap perkataannya. Di sela - sela waktu dia memadukkan obat Suster itu berkata,Ohh ibu saudara kak Olga ya? Saya jawab "iya," Pantas bu kak Olga selalu nanya kabar ibu, Tetap semangat ya bu supaya cepat pulang, itu kata terakhirnya. Saya hanya berucap 'Amin terimasih suster,' lalu suster itu pamit meninggalkan saya. Dalam hati saya pikir Luar biasa edaq,sahabatku Suster Olga ini, Begitu perhatian, bahkan menitipkan nama saya ke sesama rekan kerjanya. Allah Dasyat, semua itu karena KadihNYA di hati suster Olga. Terimakadih Tuhan, semoga suster Olga dan teman temannya selalu diberi kesehatan dan dipagari oleh Tuhan.karena begitu besar, tugas tanggung jawab mereka, berjuang membantu menyelamatkan para padien Covid -19.
Beberapa hari di kamar Fladeo, ibu yang pertama masuk di ruangan itu terlebih dahulu, ternyata bisa pulang. Selang beberapa waktu hanya hitungan jam, saya sendiri lagi. Tidak lama kemudian, kembali tempat tidur itu semua dibersihkan dan sprey, bantal semua diganti dengan sigap oleh petugas. Madih saya sempat tanyakan, ada yang mau masuk y sus? Suster menjawab ' ya bu.sebentar lagi." Berarti itu pertanda akan ada penghuni baru ruangan ini. Sekitar pukul 20.00 wib, benar saja, seorang ibu diantar beberapa suster masuk ruangan itu di bed no 1, sementara saya penghuni bed no 2. Hiruk pikuk terjadi malam itu, suster dan dokter bolak balik masuk ruangan, bahkan mulai ttanda tangan , meminta data ulang dan lainnya, saya bisa dengar semua. Dari kondisi yang saya lihat dan saya dengar sebenarnya si ibu pasien baru itu lebih parah dari saya karena hanya beberapa jam.kemudian beliau dipindah ke ruang ICU dan harus tambah darah. Malam itu benar - benar saya tidak bisa tidur. Apalagi saat saya mendengar percakapan dikter bersama si ibu yang sudah sesak , harus mencari pendonor dan menghubungi pihak keluarga. Sungguh mencekam, hati saya juga ciut, roh ketakutan dan kekhwatiran mulai mengintimidasi pikiran saya, Akhirnya saya berusaha terus berdoa minta pada Tuhan sambil menangis, Tuhan tolong selamatkan ibu tersebut, Ampuni Tuhan, mohon berikan muzijatMU. Akhirnya benar, hingga subuh ibu itu pindah, saya tetap masiih bisa lihat dan saya sama sekali tidak bisa tidur.
Dalam suasana demikian hanya satu yang bisa kuperbuat ambil hp, stel lagu rohani secara perlahan,dan terus minta pertolongan Tuhan. Terkadang mendengar khotbah di youtube, atau menonton stand up comedy. Hanya itu yang bisa kulakukan,,walau harus menangis, Saat saat demikian, pikiran juga masih berkecamuk, takut cemas bahkan hampir menyerah. Tak terasa, tak tersadar saya tertidur padahal hari sudah pagi. Kembali bed di sebelah saya kosong, tinggal saya sendiri lagi.
Keesokan hari nya seperti biasa, rutinitas di RS berjalan, mulai dari pemeriksaan ,pemberian obat, sarapan pagi, mandi dan lain sebagainya kujalani di hotel Fladeo itu. Makin hari kondisiku bukan semakin membaik bahkan saya semakin sesak,batuk dan diare, mual pun mulai muncul. Setiap kondisi itu selalu saya beritahu ke team medis . Beberapa hari menjadi penghuni, ternyata banyak sahabat dan saudara yang berempati yang prihatin turut mendoakan, membantu dan mendukungku. Makanan , obat, susu ,vitamin dan lain lainnya dari orang orang yang baik hati, yang perduli mulai berdatangan silih berganti yang dititip lewat security depan. Setiap hari kiriman itu menumpuk di kamarku. Sungguh ini hal yang sangat saya syukuri, Semua karena kasih Tuhan yang menggerakkan hati setiap orang. Bukan saja hanya doa, bukan hanya motivasi ,bahkan terkadang saya tidak tahu siapa yang mengurumkan berkat,- berkat itu.
Tempat tidur disebelah kembali terisi, seorang ibu yang berusia sekitar 40 tahun masuk menjadi padien baru. Kondisinya tidak terlalu parah, karena menurut ibu tersebut dia tidak sesak, tapi mual dan tensinya tinggi. Saya lupa menanyakan namanya, Namun sehari saja disana, ibu ini sepertinya familiar dan ramah. Saat dia butuh air minum, dia tanya saya, dan saya jelaskan nanti pasti diantar suster, tapi kalau ibu mau, ambil saja Aqua saya yang madih utuh. Namun ibunya menolak. Tidak lama kemudian suster datang membawa minum dan termos air. Saat makan siang, kami pu berbincang, ternyata ibu ini tinggal di Cilegon Serang woww sangat jauh dan dia bercerita sudah 2 hari di RS Siloam Internasional Karawaci ,menungggu kamai ini. Menurut ibu tersebut, sudah beberapa suami dan keluarganya mencari RS namun tidak ada yang kosong. Sampai akhirnya si ibu dirujuk ke Hotel Fladeo ini.
Ibu ini nampak gusar, dia bilang keluarga jauh semua, saat itulah Tuhan pakai saya harus menjadi berkat, walau sama- sama menderita, .Banyaknya kiriman makanan,buah ,susu dan barang lain yang saya terima, saya akan bagikan ke ibu ini. Apalagi setiap hari ,ntah siapa yang ngirim saya tidak pernah tahu, 6 butir telur yang sudah matang selalu diantar suster ,katanya kiriman. Setiap saya tanya, suster yang mengantar juga selalu bolang yidak ada nama pengirim. Jadwal makan pagi di Hotel fladeo sedikit telat waktunya setiap hari . Maaf bukan tidak bersyukur namun mungkin saking banyaknya pasien yang harus dilayani, terkadang pukul 08.00 wib sarapan belum tiba.
Inilah saat yang tepat, saya berbagi dengan ibu di sebelah saya, saya selalu berikan dua butir telur, beberapa buah kepadanya.Saya bilang maaf bu, ini yang saya punya buat ganjal tunggu sarapan atau buat siang hari. Kami tidak pernah bersentuhan, karena memang tidak diperbolehkan, saya meletakkan makanan tersebut di atas meja , lalu ibu itu engambil dan menerima dengan senang hati. Beliau selalu berkata, ibu enak, saudaranya banyak dan dekat saya jauh bu, di Cilegon Sesama pasien saling menguatkan, saya berusaha menghibur ",Ngak apa- apa bu, sabar aja, asal ibu mau saya bisa berbagi. Akhirnya diruangan itu kami seperti saudara.
Oh ya, sempat ibu dari Cilegon ini bercerita, di RS Cilegon dia pernah dirawat dengan jaminan asuransi kantor suaminya, katanya Di RS itu ada televisi kamar mandi di dalam, walaupun dua orang satu kamar. Disini kok kita cuma bisa pegang HP. Saya hanya bisa berkata, Aku besyukur bu , bisa masuk rimah sakit ini dan dirawat disini, karena begitu banyak orang yang antri namun tidak dapat kamar. Jadi saya nikmati saja. Ibu tersebut lalu cerita bahwa dia pun masuk RS Siloam ini ternyata pake jaminan asuransi. Bahkan dua hari dua malam dia di RS Soliloam Internasional Karawaci , suaminya sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena awalnya bayar mandiri. Saya kembali menguatkan," Ibu bersyukur punya asuransi, kalau saya tidak bu. Jadi apa dan bagaimana pun kondisi di hotel Fladeo RS ini tetap saya syukuri. Begitulah beberapa hari kami lalui bersama dikamar tersebut dengan kondisi sakit yang berbeda- beda.
Banyak kisah selama menghuni kamar Fladeo, ada suka ,ada air mata , terkadang juga ada tertawa bersama suster,- suster cantik.tetapi tetap ada sebuah pengharapan untuk segera bisa sembuh dan pulang, karena hari - hari yang cukup bete dan membosankan. Langkah setiap hari hanya dari kamar ke toilet, selainnya tembok yang terlihat dan rintihan pasien di kamar lain yang sama- sama berjuang melawan Covid.
Bersambung..
Kisah pejuang Covid
Mondang Tiara Veritas.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Semoga lekas sembuh ya Bunda...aamiin
Amin mksih bu
Semoga segera pulih.
Amin Terimakasih bun.Slm sht selalu
tetap semangat ya
Siap mas, Slm sht sllu y
Semoga kuat byu, bersabar ya
Semoga kuat Bu
Amin terimksih bunda.Bunda jg smg sht brsama kel y
Sehat selalu BuKuat dan sabar menghadappi segala cobaanserta selalu bersyukur dengan nikmat yag didapat.