KISAH PEJUANG COVID ,DILEMA BPJS
KISAH PEJUANG COVID, DILEMA BPJS
Pemerintah menganjurkan agar semua rakyat Indonesia mengikuti program BPJS. Banyak sisi positif yang dirasakan masyakarakat peserta BPJS kesehatan .Dimana ketika menghadapi keadaan darurat bisa langsung terjun ke rumsh sakit dan segera mendapatkan tindakan medis yang walaupun kadang aturannya terlalu rumit. Banyak juga warga masyarakat yang bebar benar bisa merasakan manfaat saat mengalami sakit penyakit yang fatal dan urgent semua bisa ditanggung BPJS. Namun ,pun demikian disana sini masih terdengar banyak keluhan masyarakat tentang melemahnya atau kurang propesionalnya BPJS mencover sebagian penyakit. Bahkan terkadang pasien yang belum sembuh atau belum pulih total karena batas waktu yang sudah menjadi kebijakan BPJS harus pulang dari Rumah Sakit tertentu. Miris bukan??? Siapa yang salah dalam hal ini atau mengapa hal seperti ini terjadi?? Sungguh apakah memang BPJS yang membuat aturan main atau jangan- jangan ini menjadi sebuah permainan atau skenario dalam ruang rumah sakit??
Demikian juga yang saya alami. Pada hari Sabtu ,tanggal 12 Juni 2021 , Karena suatu kewajiban , Penulis menghadiri sebuah resepsi pernikahan saudara selama acara berlangsung kondisi tubuh masih fit dan semua berjalan lancar. Namun pada saat perjalanan pulang dari gedung menuju rumah , saya mulai merasakan kondisi tubuh yang kurang baik, panas dan demam tinggi serta battuk - batuk. Oleh seorang keponakan dalam mobil dianjurkan minum paracetamol penurun panas. Sepanjang perjalanan saya pun tertidur hingga sampai rumah.
Malam harinya, Minggu 13 Juni kembali demam dan suhu tubuh sangat tinggi ,masih saja saya berusaha minum obat paracetamol. Terkadang suhu tubuh kembali normal,mungkin pengaruh obat dan saya istirahat. Pada hari Senin 14 Juni Oleh karena satu dan lain hal,yang harus diselesaikan walau badan sudah terasa kurang enak , saya masih berusaha berangkat ke sekolah . Sepanjang hari saya masih melakukan beberapa pekerjaan namun tetap minum obat seadanya.Pulang ke rumah di sore hari , flu mulai menyerang. Selama beberapa hari kondisi seperti itu saya pertahankan.
Selasa ,15 Juni 2021 , Saya mulai mengigil, batuk dan tenggorokan sudah terasa tidak enak karena kondisi malam hari sangat tidak mungkin pergi ke Puskesmas setempat akhirnya saya pergi ke sebuah klinik dokter praktik dekat rumah. Tujuan saya sebenarnya untuk melakukan test antigen ternyata di klinik tersebut belum tersedia. Akhirnya saya putuskan untuk berobat namun tidak bisa menggunsakan BPJS. Menurut hemat saya ngak apa- apa bayar mandiri yang penting sembuh. Setelah di periksa, dokter menyatakan saya sakit lambung dan diberi obat untuk 3 hari. Saya pun akhirnya pulang ke rumah dengan bekal obat tersebut. Namun apa yang terjadi setelah dua hari minum obat tersebut , sepertinya kondisi saya bukan membaik malah semakin buruk.
Pada hari Kamis,tanggal 16 Juni ,sekitar pukul 10.00 Wib akhirnya saya test antigen dan hasilnya Positif. Dokter memberi obat dan menganjurkan saya melakukan isolasi mandiri ,Saya masih berusaha negosiasi kepada dokter supaya saya bisa di bantu masuk Rumah sakit atau isolasi mandiri tapi jjangan di rumah mengingat kondisi di rumah sangat tidak memungkinkan karena suami sakit Diabet dan sangat rentan. Tetapi tetap tidak ada solusi dan akhirnya saya pulang dengan kondisi positif Coviid-19.
Jumat, 17 Juni 2021,pukul 08.00 Wib saya memberanikan diri pergi ke RS Covid Siloam Kelapa Dua ,Tangerang .Ada rasa khawatir saat memasuki IGD RS tersebut, namun karena kondisi semakin memburuk saya tetap saja masuk. Saya pun berbincang dengan seorang perugas dan menyerahkan hasil antigen yang sudah ada, Lalu petugas tersebut menyuruh saya antri menunggu. Beberapa waktu kemudian, saya disuruh istirahat di tempat tidur, dan memang situasinya sangat tidak menyenangkan , karena benar -benar full semua pasien positif Covid. Dari pagi sampai sore hari ,saya di cek darah dan di tensi, tidak ada tindakan lain , atau semisal dibantu obat. Apapun hasillnya saya kurang tahu . Yang paling menyakitkan dan membuat saya sangat kecewa adalah , sekitar pukul 17.00 Wib saya disuruh pulang karena alasan tidak ada kamar. Saat itu hujan turun deras, HP saya lowbat karena memang tidak sedia charger Akhirnya saya pun harus tinggalkan RS tersebut dengan linangan air mata sementara kondisi saya sudah mulai batuk dan sesak. Terbayangkan , saat hujan HP mati akhirnya yg ada kebingungan . Saya pun berusaha minta tolong satpam RS tersebut ,pinjam charger hp sebentar biar bisa ngambil grab, namun semua itu sia- sia. Hari semakin sore, badan rasanya remuk dan sakit semua, untuk panggil taksi ke jalan raya sangat tidak mungkin,karena hujan makin deras saya lirik kanan kiri, ada juga pasien yang menangis, mungkin nasibnya sama dengan saya disuruh pulang untuk isoman. Hati makin gelisah, pertolongan hampa sudah yang ada air mata bercucuran. Si satpam sesekali melirik kami dan kembali sibuk dengan berbagai pekerjaannya.
Tiba - tiba sebuah grab bike memasuki area RS , sepertinya mengantar pesanan. Nampak drivernya basah karena hanya memakai jaket Setelah dia menitipkan barang yang dibawa ke Satpam, saya pun berusaha memanggil dan sang driver mendekat.Saya bilang minta tolong banget, sy diantar ke Binong, tapi aplikasi saya mati. Dengan penuh keraguan, antara takut dan tidak, driver bilang" Maaf bu, hujan, saya tidak punya jas hujan". Tetapi sedikit ngotot saya membujuk tolong lah mas, berapa pun saya bayar asal saya bisa sampai rumah. Akhirnya driver tersebut mau , saya pun pulang dengan mandii hujan, badan menggigil , batuk terus menerus. Masih saya ingat benar , berdoa Tolong Tuhan jangan sampai driver ini tertular dari saya, kasihanilah dia." Saya bersyukur, Puji Tuhan sang driver mau mengantar saya tiba sampai rumah.
Malam harinya, saya tidak bisa tidur, kembali saya konsumsi obat yang dari dokter klinik. Panas,meriang, batuk tak henti ditambah lagi diare. Lengkaplah sudah derita yang saya alami. Tak ada jalan lagi, serasa runtuh duniaku, Akhirnya setelah HP di charger, saya beranikan diri cerita di WAG gereja kondisi saya yang sebenarnya Puji Tuhan semua teman langsung tergerak, saat itu juga ada yang kirim oksigen ,ada yang kirim obat- obatan , semua menanyakan kondisi saya.
Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat selalu tepat pada WaktuNYA, Sekitar pukul 12 malam( 24.00) lewat seorang sahabat, saya disuruh kembali datang ke RS Siloam , karena beliau sudah memcari bahkan booking kamar. Satu hal yang tidak saya tahu selama ini, ternyata suster Olga begitu kami menyebut dan manggilnya bekerja dan melayani di RS tersebut. Saya pikir selama ini beliau ada di RS siloam Internasional Karawaci. Tak ada yang perlu disesali, semua ini jalan Tuhan, agar saya melalui prosesnya.
Dengan rasa syukur walau sesak semakin menyiksa, saya pesan grab dan kembali ke Rumah sakit tersebut. Hari hampir pukul 02.00 Wib, saya tiba di RS itu ternyata sudah di tunggu sama suster Olga yang luar biasa baiknya. Padahal saat itu dia jadwal masuk siang dan pukul 23..00 wib mestinya sudah harus pulang, Namun itu semua ditundanya, bahkan suami yang datang menjemput pun disuru menunggu, karena beliau mengurusi semua proses administrasi hingga saya bisa masuk ruang perawatan yang saya sebut dengan Hotel Fladeo, RS Siloam Lt 01.So3. . Dalam segala hal, rekan dan relasi sangat dibutuhkan ,Andai saja suster Olga tidak ada di tempat itu, mungkin sudah beda cerita
Terpujilah Tuhan , banyak cara dibuatNYA untuk menyelamatkan saya.
Mondang Tiara Veritas, Sang Pejuang Covid.
Tangerang,Mg 040721
( bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Lekas sembuh ya bu.....
Amin ,Terimakasih atas doa dan suportnya
Smg sehat kembali
Amin Terimakasih ibu
Tetap semangat ya Bun..pasti sembuh
Amin.mksih atas setiap doa dan support dr bunda
Semangat terus Bu. Sungguh benar benar seorang pejuang
Mksih ibu.Sht sllu y
Tetap semangat, Bu. Semoga segera sembuh.
Amin.mksih bu, slm.sht selalu
Alhamdulillah semoga cepat pulih bu
Amin Amin trims doanya.slm sht sllu
Semoga lekas sembuh ya Bu...
Y bu, Amin terimksih
Y bu, Amin terimksih
Semoga lekas sembuh, Bu mondang. Tetap semangat. Tuhan selalu berikan jalan.
Amin bu.mksih
Semangaatt sembuh,... Semoga semakin membaik, pulih dan sehat kembali
Amin terimakasih Slm sht kmbali
semogaa lekas sembuh sehat dan berkatifitas kembali ijin follow dan follow back ya
Amin siap pak
Semangat Bunda, semoga semakin membaik. Saya turut prihatin dengan apa yang bunda alami di RS dan memang banyak yang mengalami pelayanan tidak menyenangkan seperti itu. Yakinlah, Tuhan selalu memberikan kita jalan dari jalan yang tidak kita sangka-sangka selagi kita masih mau berusaha. Tetap semangat Bunda, demi kita dan keluarga.
Amin .Terimsih bunda atas doa dan suportnya. Smg kt sht selalu.tdk ada lg yg kn covid.krna sungguh mnyakitkn
Moga lekas pulih. Semangat. Imun meningkat.
Amin.terimksih
tetap semangat bu, Tuhan akan selalu melindungi
Amin.mksih pak