Moh. Tohiri Habib

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

FENOMENA MAULID JAMAN NOW

FENOMENA PERINGATAN MAULID JAMAN NOW

Semalam setelah Isya' saya menghadiri undangan saudara yang merayakan maulid Nabi. Meski sudah beberapa kali diundang, tapi baru kali ini diberikan kesempatan bisa hadir.

Ada pemandangan aneh (minimal bagi saya), saat masuk ke lokasi acara. Sebuah musholla yang tinggal finishing itu dihiasi dengan makanan-makanan kecil (snack) yang diikat pada tali dan dibentangkan dari satu sisi dinding ke dinding lainnya. Beraneka jenis snack tampak bergelantungan layaknya dekorasi ruangan, dan hampir menghalangi pandangan dari atap. Mungkin "interior snack" itu untuk anak-anak balita yang hadir saat itu, demikian saya mengira.

Acara yang dihadiri warga sekitar tersebut berlangsung sederhana. Tanpa ada sambutan yang panjang lebar, tidak pula tausiyah pendakwah yang sengaja dihadirkan. Ya, hanya pembacaan maulid Simtud Duror (maulid habsyi) yang diselingi beberapa lantunan kasidah.

Saat mahallul qiyam (berdiri), saya agak kaget karena para hadirin yang berdiri berteriak sambil meloncat meraih snack yang tergantung di atasnya. Lumayan riuh juga suara mereka. Setelah dapat, ada yang langsung dimakan dan ada pula yang dikantongi.

Fokus cerita ini bukan pada peristiwa itu, tapi pada para hadirin, yang didominasi para pemuda. Memang di antara hadirin ada yang berusia paruh baya, tapi tidak banyak.

Hadirin duduk dengan rapi. Ada yang membentuk shaf sholat, dan sebagian yang di luar musholla membentuk lingkaran. Sekilas tampak seperti layaknya pemandangan acara maulid biasa.

Ada beberapa hal yang menurut saya tidak sepatutnya dilakukan di majelis maulid seperti ini, termasuk di tempat tersebut .

A. Merokok. Semestinya asap bukhur yang berhembus di majelis maulid, bukan asap rokok. Tidak perlu dalil untuk melarang rokok saat berlangsung pembacaan maulid. Cukup etika dan sopan santun saja yang berbicara.

B. Asyik mengobrol tanpa memperhatikan sama sekali acara yang berlangsung. Mereka sebatas duduk, mengobrol, berdiri karena waktunya mahallul qiyam, dan kembali duduk sampai acara usai. Seakan tidak ada yang penting dari kalimat per kalimat yang dibaca oleh petugas.

C. Sibuk dengan gadget. Saat ini hp memang seakan-akan menjadi barang yang wajib dibawa ke mana pun pergi, termasuk ke majelis maulid. Semestinya, meskipun bawa hp, tetap tidak pantas jika acara maulid yang hanya beberapa jam saja harus dihabiskan dengan mengutek-utek hp.

Bagi yang pernah belajar di pesantren, mungkin akan bersyukur bisa menemukan suasana perayaan maulid yang penuh hidmat, seolah-olah yang sedang dibacakan maulidnya (Nabi Muhammad) hadir di tengah mereka. Tanpa asap rokok, ngrumpi, dan sibuk dengan hp.

Dan bagi yang hidup di luar sonow, jangan merasa heran dengan pemandangan seperti itu. Mungkin sebaiknya disyukuri saja karena warga sekitarnya masih mau menghadiri majelis maulid.

Barangkali ini bagian dari fenomena kids jaman now. Satu sisi, saat bulan Rabiul Awal tiba mereka suka update status dengan kata-kata ucapan selamat merayakan maulid, rindu Rosul, cinta Nabi dlsb, atau mengganti gambar profil dengan gambar-gambar Islami, tapi di sisi lain, saat diadakan perayaan maulid justru tak nampak rasa cinta, rindu atau prilaku yang mencerminkan penghormatan terhadap perayaan maulid. Semua rasa itu terhalang dan tertutup oleh HNR (hp, ngobrol, dan rokok).

16-12-2017

Kang Thohir

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Lah kok ada ya maulid semacam itu ya...smoga segera tersadarkan amiiin

24 Dec
Balas

Lah kok ada ya maulid semacam itu ya...smoga segera tersadarkan amiiin

24 Dec
Balas

Lah kok ada ya maulid semacam itu ya...smoga segera tersadarkan amiiin

24 Dec
Balas

Memang butuh sebuah reformasi berpikir untuk merubah praktik budaya yang kurang sesuai dengan yang hakiki

12 May
Balas

Memang butuh sebuah reformasi berpikir untuk merubah praktik budaya yang kurang sesuai dengan yang hakiki dan itu tugas pendidik

12 May
Balas



search

New Post