Ku ingin sekuat dirimu bagian 2 (tantangan hari ke 37)
Ku Ingin Sekuat Dirimu 2 (Tantangan Hari ke-37)
30 Hari Menulis di Gurusiana
Tantangan Hari ke-37
#TantanganGurusiana
"Assalamualaikum, assalamualaikuuum,. Assalamulaikum.... Tan..." sudah terdengar suara sohib-sohibku ybgcakan lenemaniku memenuhu tantangan ratu hima qi Anggi malam ini. Sahabatku keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu padang pariaman... Juni mulai akrab dgnku setelah kami lasuk dijurusnbyangvsama sedangnkan Juli teman sejakbkmi mulai ospek kampus ditahun pertama kuliah.
walaupun demikian jaki jarangvsekali bertengkar seperti kebanyakan sahabat kalau sudah bertiga pasti ada yg salah satu pilih kasih.
Entah mengapa jami jadi akrab saja padahal Juli tidak satu jelas denganku tetapi tidak membuat ia cemburu karena aku lebih sering mengerjakan tugas bersama dgn Juni. Diwaktu senggang kami sering pergi bertiga, dan yang paling sering adalah kekantin kampus setelah selesai kuliah haru jum'at pagi.. Seperti kejadian tadi siang... "Joo buruan nanti kamu diteriakin kak Anggi lagi, cek dulu pesananya..ha ha ha haa" kami pun tertawa memecahkan kesunyin malam sabtu ini..betul juga pikirku, senior Anggi cuma pesan bawa koset tidak boleh bawa senter ditunggu di kebun kakao"
Cukup 10 menit berjalan kaki kmi sudah sampai digerbang kebun kakao.. Ternyata penuh dengan senior dan pengurus hima lainnya, aku heran apasihvyng sikehendaki Anggi malam ini...
"Tantri, aku ingin kmu mebcari kakao yg masak sebanyak 10 buah dalm waktu hanya 10 menit. Astavfirullah, apa iya Kak Anggi akan menakut - nakuti aku. "Ayoo kalian berbaris disini...tugas setiap orang berbeda jika kembali tidak memenuhi syarat maka lanjut ke tantangan berikutnya..
"Bugh... Aduh", kepalaku mulai terantuk dahan kakao, inilah yg sangat ku khawatirkan karena menurut hukum rimba himavun jika kepala terbentue dan kosentrasi buyar makabkesempatan orang ketiga masuk...benar saja, diujung sana terlihat bayangan hitam berkelebat. Saatku menoleh kekiri..."Ampuuun..ampuun ampuun.. " pocong muncul dgn wajah cantik. Keringat dingin mulai keluar, kain putih beterbangan walaupun aku tau ini semua adalah rekayasa,, namun rasa takut itu tetap ada. Dengan lantangnya aku mulai membaca Ummul Qur'an dan dilanjutkan dengan membaca ayat kursi bersamaai dgn itu aku berkeliling mencari buah kakao yang masak dengan menggunakan penerangan koset alias korek api saja.
Setelah kurasa keranjangku penuh aku mencoba mencari jalan keluar sambik berteriak. "Aku selesai" lngsung ada cahaya lampu dibelakang ku, ternyata itu adalah anggotabhima yg sengaja menjadi pawangku..ucapan selamat dari teman teman menghilangkan lelahku seketika.. Akhirnya malam ini ku bisa tidur diperaduan empukku, ASRI 02...
Tantangan Hari ke-37
Kerinci, Jambi 23 Februari 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Ada Juli ya...
Mantap
Terimakasih pak..