24. RINDU PADAMU YA ALLAH.
24.RINDU PADAMU YA ALLAH (Part 2)
Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”. (QS Yusuf : 87)
Tetaplah berharap kepada Allah. Bahkan jika memang kenyataan memaksamu untuk berharap kepada selain-Nya. Mengapa? Karena hanya Allah tempat bergantung atas segala sesuatu. Tak akan terjadi suatu perkara jika Allah tidak meridai hal itu terjadi. Hanya Allah yang memiliki kekuasaan penuh di dunia ini. Lalu, untuk apa berputus asa atas rahmat Allah?
Ningsih harus tegar dan menepis kerinduan pada suaminya. Ningsih terus memupuk rasa rindunya pada Allah. Kasih sayangnya Ia tumpahkan untuk belahan hatinya. Selang beberapa waktu petunjuk Allah datang melalui mertua dan memberikan alamat keberadaan Firman.”Coba kau datang ke alamat ini, Ningsih segera bergegas mencari tahu keberadaan suaminya”. Dengan perasaan yang tak menentu Ningsih menunggu hingga larut malam.
Tak lam kemudian datanglah seorang laki-laki yang dipeluk oleh wanita. Saat itu Ningsih melihat langsung bahwa suaminya membonceng wanita lain. Ningsih didampingi ketua Rt dan memberikan bukti surat nikah. Dengan keberanian Ningsih menyapa suaminya, “apa khabar terima kasih atas segala perhatianmu menelantarkan kami. Ternyata suami yang dipercayainya sudah menikah lagi tanpa sepengetahuannya.
”Bapak ibu terima kasih sudah menjadi saksi dalam hidup ini.”Ya Allah ibu sabar sekali.”Kalau itu menimpa diriku,akan kuhajar laki-laki itu”ujar ibu Rt. Remuk rendam perasaan Ningsih bukan kepalang “Ya Allah kuatkan hamba, berilah ketabahan untuk menjalani cobaan ini”. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi Ningsih.Mengobati rasa kecewa yang sangat dalam, melepas kesedihannya dan bercinta dengan Allah. Saat itu hanya Al-Quran, surat cinta penyejuk hatinya
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. (QS Al Imran : 139)
Ningsih membaca surat Al-Ankabut ayat 1: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan “Kami telah beriman”dan mereka tidak di uji?. Ya Allah andaikan ini ujian yang harus hamba jalani berilah kesabaran dan keikhlasan untuk menjalaninya”.Ampuni hamba ya Allah. Hamba yang menjadi kekasih Allah SWT selalu ingin mendapat limpahan kasih sayang-Nya. Ia pun tak merasa sedih dengan cobaan hidup ini, sebab ia meyakini bahwa Allah swt akan meningkatkan derajat takwa bersama dengan musibah yang menimpa (PART 2)................
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar