JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 2.1
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat bertemu lagi dengan saya Mei Impiyani, S.Psi, Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA N 1 Widodaren Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan ini saya ingin menuliskan jurnal refleksi dwimingguan saya di modul 2.1 mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Dalam refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan 4F yaitu Facts, Feelings, Findings, Future, dan Fact.
Fact (Fakta)
Pembelajaran modul 2.1 ini dimulai pada tanggal 20 Oktober 2023 dengan kegiatan pretest. Pada awal modul 2.1 di bagian mulai dari diri saya membuat refleksi diri kondisi kelas yang saya bimbing saat ini, saya diminta menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses layanan BK di kelas serta tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Pada tahap eksplorasi konsep pada tanggal 23 sampai 24 Oktober 2023, saya membuat diagram frayer mengenai apa yang saya pahami tentang pembelajaran berdiferensiasi dan saya sesuaikan dengan layanan BK, karena memang ada beberapa perbedaan antara Mata Pelajaran dengan Layanan Bimbingan dan Konseling.
Dalam ruang kolaborasi pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2023 yang dipandu oleh Ibu Habbibatul Wazna selaku fasilitator, Bapak Laurentinus Tri Is Julianto selaku PP, saya bersama 3 orang rekan CGP yakni Ibu Wiwit, Bapak Danang dan Ibu Yuli menganalisis kasus pada jenjang SMA.
Dalam Demonstrasi kontekstual, saya membuat RPL BK berdiferensiasi. Saya memilih materi tentang Cyberbullying dengan sasaran layanan kelas X H.

Dalam sesi elaborasi pada tanggal 31 Oktober 2023, saya sangat bersyukur karena dipertemukan oleh instruktur Bapak Suhadak karena Beliau sangat jelas menggambarkan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Kami di beri kesempaan juga untuk melakukan tanya jawab, walaupun saat itu sangat mengantuk namun kami berusaha menerima materi dengan baik, dan alhamdulillah kami paham dengan apa yang disampaikan beliau.

Dalam menyusun koneksi antar materi, saya menemukan semua materi yang telah dipelajari dari modul 1.1 sampai 2.1 sangat berkaitan dengan keberpihakan proses pendidikan kepada murid.
Aksi nyata yang sudah saya lakukan adalah pembelajaran berdiferensiasi kelas X H dengan tema materi Cyberbullying secara klasikal.

Feelings (Perasaan)
Saya bersyukur mendapat ilmu baru yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap eksistensi saya menjalani profesi sebagai guru. Modul 2.1 memang memberikan saya banyak ilmu mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Di modul ini, saya mendapatkan hal yang luar biasa terkait ilmu-ilmu baru yang memacu saya lebih bersemangat dalam mengimplementasikan semua yang saya
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid.
Dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi, maka guru harus memiliki pertimbangan yang masuk akal, seperti tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya, lingkungan belajar yang "mengundang' murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif serta penilaian berkelanjutan.
Ada 3 aspek yang mengkategorikan kebutuhan murid, yakni kesiapan belajar, minat dan profil belajar.
Kesiapan belajar adalah adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru Minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar.Strategi diferensiasi ada 3, yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
Diferensiasi konten saya mengacu pada pemetaan kebutuhan murid. Guru menyajikan beragam media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid Diferensiasi proses mengacu pada bagaimana jalannya sebuah pembelajaran berdasarkan gaya belajar. Diferensiasi produk mengacu pada produk yang dihasilkan sebagai unjuk kerja sesuai dengan kemampuan murid.
Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul ini, saya akan melakukan tes diagnostik baik dengan kuisioner, membaca data yang sudah ada atau wawancara dalam memetakan kebutuhan murid saya dikelas. Saya juga akan merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi.
Saya akan sering berkolaborasi dengan rekan sejawat yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Selanjutnya saya ingin mengimbaskan praktik baik saya agar keberpihakan pada murid terlaksana di sekolah saya.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Salam literasi
Salam literasi
salam kak, terimakasih ulasannya