332. BERBALUT RINDU
Tidak ada seorangpun yang tidak ingin mendapatkan kebahagiaan, dunia silih berganti pergi juga datang. Siang akan segera berakhir berganti petang hingga gelap, serta malam pun akan bergeser digantikan pagi.
Ada sesuatu yang harus disiapkan untuk itu, tidak hanya sekedar ketika pagi menunggu waktu sore begitupun ketika sore hari menunggu matahari terbit. Perjalanan hidup perlu diisi dengan kepadatan aktivitas sehingga akan terjadi korelasi yang berkesinambungan.
Perpisahan dengan seseorang yang sangat kita cintai, ketika ia bisa menjadi pelindung, tempat bersandar dan mencurahkan semua beban, pastinya akan merasa terpukul dan terlalu berat.Terlebih ketika yang ditinggalkan belum begitu siap lahir batin.
Perpisahan pastinya benar terjadi, hari ini, esok atau entah kapan. Setiap hitungan detik berbarengan dengan hirupan nafas ini yang selalu membuat gelisah.
Rinduku padamu akan gelak tawa, kepolosan dan ketengilanmu selalu membayang dipelupuk mata ini. Itu tak akan pernah terlupakan walau rambut ku mulai memutih, juga mata ini tak lagi jelas menatap kedewasaanmu. Ataupun kaki-kaki ini sudah tak kuat lagi mengejar lari kecilmu, tangan-tangan semakin sering merasa kesemutan, tulang-tulang ini semakin rapuh dan raga ini sudah tak sekuat dulu.
Anakku semangat .....
Lodoyo, 27 Oktober 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar