BANGKIT BERSAMA MENUJU PENGUTAMAAN BAHASA INDONESIA
Bulan ini Oktober 2022 bertepatan dengan 94 tahun Sumpah Pemuda. Saat itu, para pemuda dari berbagai suku mengadakan komitmen bersama untuk mengaku bertumpah darah yang satu, tumpah darah Indonesia; mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Momentum Sumpah Pemuda ini menjadi cikal bakal lahirnya Bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, setiap Oktober selalu diperingati sekaligus sebagai bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Dengan mengusung tema Bangkit Bersama, peringatan Bulan Bahasa tahun ini diharapkan menjadi awal baru semangat pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia di ranah publik. Perpres 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia ini memiliki khasanah kebangsaan yang membanggakan. Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemberlakuan Perpres ini berarti mencabut Perpres Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden serta Pejabat Negara Lainnya.
Semangat membumikan Bahasa Indonesia harus serentak bangkit bersama. Penyadaran dan pengawasan internal harus tumbuh dan kembang mandiri. Rasa bangga berbahasa Indonesia dengan baik dan benar harus ada dalam diri. Bahasa Indonesia harus diposisikan utama di ranah publik.
Momentum Bulan Bahasa 2022 harus menjadi tonggak revitalisasi pengutamaan Bahasa Indonesia di ranah publik yang hingga tahun ini masih relatif terabaikan. Di berbagai lokasi dijumpai penggunaan Bahasa Indonesia masih di 'bawah' bahasa asing dengan tulisan lebih kecil. Pengguna merasa lebih bergengsi berbahasa asing dibandingkan dengan ketika berbahasa Indonesia (minderwaardig).
Bahasa Indonesia adalah buah dari proses panjang sejarah dan budaya bangsa. Di dalamnya terkandung kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Semestinya tidak ada alasan pengguna Bahasa Indonesia bersikap rendah diri. Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa yang harus ditinggikan posisinya, baik di hati maupun di praktik penggunaannya. Momentum Bulan Bahasa 2022 harus menjadi momentum reflektif. Di bagian mana yang harus ditingkatkan dan di sisi mana yang harus dilakukan perubahan. Bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Siapa yang bisa memosisikan itu? Kita, Bangsa Indonesia!**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Yap, terima kasih....salam literasi juga..
Kereeen ulasannya, , Pak. Salam literasi