PEREMPUAN ITU MIRIP DIRIKU (Tagur hari ke-21)
Malam itu di bulan Ramadan, aku sholat taraweh di masjid Sunan Kalijogo, jalan Kalimantan Jember. Seperti malam sebelumnya selepas sholat taraweh aku mengikuti kajian Fiqih dan Hadist oleh Alm. K.H. Muchid Muzadi. Setelah kajian selesai alm mbah Muchid biasanya membuka sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga aku pulang ke kosan jam 10 malam, kadang sampai jam 10.30 malam.
Jarak kosan ku yang dekat dengan masjid, tepatnya di belakang masjid sunan Kalijogo, membuatku tidak takut pulang sendirian larut malam. Selain jalannya terang aku juga sudah kenal baik dengan orang-orang yang biasa cangkrukan di sekitar masjid. Sehingga aku merasa aman-aman saja meskipun tengah malam lewat gang VIII. Waktu itu jam 10.30 aku sampai di kosan ku. Kutebar pandanganku ke seluruh kamar, rupanya teman-teman kos ku sudah tidur semua. Pintu kamar mereka sudah tertutup rapat dan lampunya sudah mati. Perlahan aku masuk kamar dan kututup pintu kamarku. Kemudian aku ambil al Qur’an untuk melanjutkan tadarus. Sekitar pukul 11.30 tiba-tiba aku merasakan keanehan pada diriku. Setiap ayat al Qur’an yang aku baca seperti ada yang menirukannya. Di kanan kiriku aku merasakan seperti ada yang datang menemaniku. Awalnya satu kemudian datang lagi dan datang lagi, hingga kamarku rasanya penuh dengan kehadiran mereka.Aku mulai tidak bisa menguasai diri, rasa takut mulai hadir. Tanganku terasa gemetar. Perlahan aku tutup al Qur’an dan kutaruh di atas lemari. Kulipat rukuh dan sajadah, lalu aku berbaring di tempat tidur.
Saat itu aku merasa panik dalam kesendirian. Tiba-tiba kakiku terasa dingin seperti tersiram es. Selanjutnya tubuhku seperti terkunci tidak bisa aku gerakkan, tapi mataku masih bisa melihat sekeliling. Sekuat tenaga aku berontak, tapi jerat gaib itu masih mengunci tubuhku. Dalam kepanikan ku saat itu aku melihat kehadiran sosok perempuan yang mirip diriku sedang berdiri di depanku. Dia tidak bicara apa-apa, tetapi hanya tersenyum. Ada keinginan untuk menyapa perempuan itu, tetapi aku tidak bisa bersuara. Kubaca doa dalam hati memohon perlindungan kepada Allah. Sesaat kemudian aku bisa terbebas dari jerat gaib dan perempuan itu perlahan hilang dari hadapanku.
Tegalgede, 29 September 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wuih serem banget bu marti... Sampai tutup mata saya... Hehe... Keren...
Gak bu.
Ceritanya serem... klu skrg apa msh sering lihat mahluk qoib bu...