Neng Ning Nung Nang
Entah mengapa berkali-kali kalimat yang kutuliskan terasa begitu janggal. Tulis, baca, hapus. Kucoba menuliskan satu paragraf, eh tak kelar juga. Berakhir sama. Duuh..kalau sudah begini , rasanya jadi galau. Untung tak pakai kertas, bayangkan kalau nulisnya pakai pulpen, bisa-bisa keranjang sampahku sudah penuh. Kran kata-kataku rasanya mampet. Berkali-kali kubuka, tapi aliran kata begitu lambat. Kalau keluar pun rasanya begitu janggal ketika kutata. Mengapa ya?
Ah, mungkin aku lelah. Alasan yang terlalu sering kubuat-buat. Lelah. Bukankah orang lain juga lelah? Wah alasan ini sudah janggal. Apa ya alasan yang tepat. Mungkin aku sibuk. Ini alasan keren banget, tapi sibuk apa diriku. Ya, aku memang sibuk. Sibuk memikirkanmu..ahaaay! Stop! Aku tak akan lagi mencari-cari alasan. Memang seperti kalimat yang kita tuliskan, terkadang butuh koma dan spasi. Anggap saja baru berada di koma, atau di spasi. Jadi manfaatkan koma dan spasi untuk istirahat sejenak. Bernapas dengan leluasa. Tarik sekuat-kuatnya, lalu hembuskan. Rileks sejenak.
Tetiba aku ingat sambutan ketua trah tadi siang. Ada yang menarik dari isiannya. Sebenarnya istilah yang sudah familier dari Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan. Bagiku masih begitu asing, yaitu “Neng Ning Nung Nang”. Koq tak ada Nongnya ya? Setelah mengikuti dengan seksama, ternyata maknanya sangat luar biasa. Sampai-sampai aku melongo dibuatnya.
1. Neng
Dari kata meneng yang artinya diam. Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, semestinya kita tetap diam. Tidak banyak mengeluh, dan menjalani dengan ikhlas, karena sesungguhnya Sang Pencipta telah memperhitungkannya. Jadi untuk apa kita resah dan gelisah? Tak ada gunanya. Tetap tenang, diam, tidak mudah terpancing emosinya, dan tidak usah panik.
2. Ning
Berasal dari kata wening. Diam dalam ketentraman hati, yang didapat melalui muhasabah dan mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa. Hati menjadi lapang, dan pikiran menjadi bening, sehingga bisa berpikir jernih.
3. Nung
Berasal dari kata hanung. Kata ini memiliki makna keterbukaan jiwa, atau sikap yang legawa, sehingga bisa menerima kritik dan saran. Hal ini tentu sangat penting dimiliki setiap orang, karena tak ada manusia yang sempurna. Kebesaran hati bahwa di atas langit masih ada langit, sehingga akan lebih bisa menerima kelebihan orang lain dan menjadikan diri tidak tinggi hati.
4. Nang
Berasal dari kata menang. Setelah melalui rangkaian proses neng ning dan nung maka pada akhirnya kita akan mencapai kemenangan. Menang dalam menakhlukkan diri sendiri, sehingga bisa berkarya dengan maksimal. Menang dalam hidup ini karena bisa menjadi pribadi yang tidak mudah emosi, berpikir dengan jernih dan legawa dalam menghadapi setiap tantangan atau masalah tanpa menyakiti orang lain.
Alangkah indahnya jika kita bisa menerapkan neng ning nung nang dalam hidup ini. Meneng, wening, hanung, dan menang pada akhirnya. Dalam hal apa saja. Baik berkarya di kantor, di rumah, di masyarakat, sangat pas untuk kita terapkan.
Alhamdulillah ternyata benar , silaturahmi banyak membawa manfaat. Buktinya apa yang baru saja kutuliskan. . Terima kasih trah Patemodimeja atas pembelajarannya. Semoga anggota trah mendapat tambahan ilmu tentang falsafah hidup, agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Rumahku,08042019
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
umbul bening kangge pengilon. Bisa jadi cermin. Sae Bun
Naaah...ini tambah lagi..umbul benung kanggo pengilon.keren Pak..matur nuwun.
Bun, thanks nasihat lama yang sungguh bijak.
Saya juga belajar Pak..terima kasih sudah singgah..
Tak terbantahkan manfaat silaturrahmi, Bu Guru. Itu baru sebahagian. Masih ada sejuta manfaat di dalamnya. Yuk..., kita galakkan silaturrahmi. Jazakillah khoir untuk pembelajaran indah ini. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bu Guru syantiiiqqqqq.
Sepakat Bunda Rai..terima kasih apresiasi dan doanya. Barakallah Bun
Mantul(Mantap betul)nasehat itu.Mudah-mudahan bisa kita amalkan.makasih bu Marlupi.Tiada hari tanpa berkarya, aku salut.
Twrima kasih apresiasi dan doanya Pak Harno. Semangat pagi, salam sehat dan sukses.. Barakallah
Subhanallah, ketika stuck dan pikiran buntu, justru dapat rangkai yang sarat makna. Keren Bunda Lupi. Sukses selalu dan barakallah fiik
Terkadang kita mengalamu kebuntuan ya Bund...dan di saat buntu itulah muncul jalan keluar. Terima kasih kunjungannya. Salam sehat dan sukses. Barakallah
Filosofi Neng Ning Nung Nang .....yang luar biasa...Mantul sekali Dik Upik..Semoga selalu sehat dan menginspirasi...Barakallah...
Terima kasih Kak..semoga bisa menerapkannya. Semangat pagi. Semoga hari ini indah dan penuh berkah...barakallah ya Kak
Menjadi pribadi yang tidak mudah emosi. Barakallah Ibu Marlupi srhat selalu
Semoga bisa Abah, bisa legawa dan tidak mudah terpancing.. Barakallah Abah
Otak atik katanya sangat memikat dan penuh makna Bu Marlupi. Selamat.
Terima kasih Pak Pengawas..semangat pagi, sehat dan sukses...Barakallah Pak..
Ajaran Islam yang tinggi dibalut dalam faksafah Jawa sehingga bisa merasuk indah dalam jiwa orang jawa khususnya. Nasehat yang sangat inspiratif dan bermanfaat. Trmksh Bu Upik
Terima kasih Bu Ida,,selamat Hardiknas...
Sarapan pagi bergizi.....keren . barakallah dik
Terima kasih Mbak Titik. Semangat berkarua. Barakallah ya