Di Atas Langit Ada Langit
Perjalanan hidup ini ada yang mengibaratkan roda yang tengah berputar. Ada kalanya berada di bawah, tetapi ada kalanya di atas. Tak ada yang abadi. Ketika berada di atas maka kita tak boleh lupa. Tetap ingat akan yang di bawah, karena suatu saat akan turun juga. Demikian pula ketika di bawah. Janganlah hati menjadi gundah, resah dan tak terarah. Ingatlah bahwa suatu saat roda akan bergerak dan tak selamanya di bawah.
Manusia terkadang lupa saat berada di atas. Terlena dengan buaian pujian dan keberhasilan. Merasa diri begitu terbang nun jauh di atas awan. Perlahan-lahan lupa di mana bumi dipijak. Padahal kita pasti tahu setinggi apa pun terbang, di atas langit ada langit. Apa yang disombongkan? Kepintaran? Masih ada yang lebih pintar. Kekayaan? Masih ada yang lebih kaya. Kecantikan atau ketampanan? Masih ada yang lebih cantik dan tampan. Keberhasilan? Masih ada yang lebih berhasil.
Segala yang kita capai tak ada yang murni karena hasil diri sendiri. Pasti ada campur tangan orang lain di dalamnya. Yang tak terbantahkan, jelas karena pertolongan Allah SWT. Sang sutradara yang telah menempatkan di posisi atas. Atas izin-Nya sehingga keindahan dunia bisa dalam genggaman. Andaikan semua itu melekat dalam hati kita, maka tak kan ada rasa kesombongan singgah. Berjalan dengan amanah. Tak lupa pada Sang Pemberi Berkah. Berjalan penuh syukur nikmat. Itulah orang yang selalu ingat, bahwa setinggi apa pun terbang akan mendarat juga.
Pun ketika sedang di bawah, manusia merasa paling menderita. Dunia seakan tak adil baginya. Resah dan gelisah menghiasi hari-harinya. Sibuk dengan pertanyaan mengapa harus aku yang mengalaminya. Padahal andaikan sedikit saja dia mau berkaca, masih banyak nikmat lainnya yang diterima. Masih banyak orang lain yang jauh menderita. Bukankah Allah SWT tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kekuatan? Sang Pencipta lebih tahu kapasitas ciptaan-Nya. Dia lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Bersihkan hati dari prasangka buruk kepada-Nya. Yakini bahwa Sang Sutradara telah mengatur semuanya. Buka hati dan belajar dari sekitar kita. Masih banyak yang jauh lebih menderita tetapi tetap bisa tersenyum dan berjalan dengan tegak. Mengeluh dan mengeluh tak akan menyelesaikan masalah. Jalani , nikmati dan dapatkan solusi dengan kepala dingin. Mendung tak selamanya berarak. Sebentar lagi akan turun hujan dan pelangi pun akan terlihat dengan penuh pesona. Jadi janganlah takut ketika mendung begitu pekatnya, karena itu pertanda hujan dan pelangi sudah dekat. Jangan takut ketika malam begitu gelapnya, karena itu pertanda pagi kan menjelang.
Alangkah indahnya hidup ini ketika kita menyadari bahwa tak ada yang abadi. Di atas atau di bawah itu sama saja, karena semua sudah diatur oleh-Nya. Kita hanya tak boleh lupa bahwa tak selamanya akan selalu di bawah. Setinggi apa pun kita di atas suatu saat akan turun juga. Jika ingin terbang tinggi tak perlu merendahkan yang lain, teruslah berjuang pasti akan naik juga. Begitu juga ketika di bawah, janganlah merasa paling rendah. Tetap jalani hari penuh semangat dan teruslah menebar kebaikan untuk menggapai rida-Nya.
Surabaya, 28 November 2019 #pengingat diriku
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Nasihat bijak Bun. Sehat dan sukses selalu.
Terima kasih apresiasinya Pak Agus. Salam sehat dan sukses selalu.. Barakallah Pak
Terima kasih apresiasinya Pak Agus. Salam sehat dan sukses selalu.. Barakallah Pak