Maria Agusta

Menulis membuat hidup menjadi lebih indah. Dengan menulis, cakrawala ilmu terbuka lebar. Silaturahmi yang baik dengan sesama penulis mem...

Selengkapnya
Navigasi Web
Dibatas Cakrawala
Day#1

Dibatas Cakrawala

Part 1.

"Buka pintu!" teriak Devita berulang kali. Namun, pintu tetap terkunci. Hari semakin merangkak malam. Hawa dingin serasa menusuk hingga ke tulang.

Putus asa Devita memanggil. Tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah berkenan membukakan pintu untuknya.

'Papa, buka pintu. Kasihan Mama di luar," terdengar lirih suara Nazwa--putrinya.

"Biar saja, Mama di luar!" teriak Gilang. "Sudah, Kakak tidur."

Devita menahan perih di hati mendengar suara suaminya dari teras depan. "Sungguh tega dia berbuat seperti itu kepadaku," gumamnya.

Lampu ruang tamu dipadamkan. Orang-orang yang berada di dalam rumah sudah masuk ke kamar masing-masing.

Devita akan membaringkan tubuhnya di teras, namun diurungkannya. Apa kata tetangga apabila melihatnya seperti ini. Diambilnua kursi teras dan diletakkan di rerimbun semak perdu yang mrnutup pagar. Rumput jepang yang tebal menjadi penutup tanah. Biasanya di bawah rumput jepang bersarang semut api. Namun malam ini nampaknya tidak ada. Seolah mereka memahami kondisi Devita.

Devita berselonjor di kursi. Matanya terasa sangat mengantuk. Udara malam terasa dingin menusuk tulang.

Tidur sambil duduk sangat tidak nyaman. Akhirnya Devita membaringkan tubuh lelahnya di atas rumput jepang, telentang menghadap bulan sabit yang tinggi di langit.

Lelehan air mata terus mengalir karena rasa sedih di hati, mendapatkan perlakuan seperti ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Maaf Bu, penulisan kata 'Dibatas' pada judul di atas seharusnya 'Di Batas'. Sebab, 'Di' tsb bukan 'awalan' tapi 'kata depan' sehingga penulisannya harus dipisah dg kata berikutnya. Semoga Ibu berkenan.

01 Jan
Balas

Iya Pak..terima kasih krisannya..

04 Jan

Iya Pak..terima kasih krisannya..

04 Jan

Bagian pembuka cerita yang bikin baper. Keren, Bun.

01 Jan
Balas

Terima kadih Bunda Enin

04 Jan

keren Bu..mantap

01 Jan
Balas

Makasih Bun

04 Jan

Izin follow bu...barakallah

01 Jan
Balas

Terima kasih Pak..izin folback..

04 Jan

Ceritanya menari Bu, sukses selalu

01 Jan
Balas

Terima kasih Pak.

01 Jan

Terima kasih Pak.

01 Jan

Keren

04 Jan
Balas

Terima kasih Pak

04 Jan

Awal cerita yang sangat menarik, bunda ...bikin penasaran bnget. Sukses bunda

05 Jan
Balas



search

New Post