MARDIYANTO

Namaku Mardiyanto, lahir di desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dikaki gunung Slamet sebelah barat pada tanggal 26 Oktober 1970. Menga...

Selengkapnya
Navigasi Web

Paradoc Leadership di era Rasulullah

Pasukan muslim mengepung banteng Khaibar milik Yahudi di tahun ke 6 Hijriyah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memilih suatu tempat untuk dijadikan markas bagi pasukan muslimin. Salah seorang sahabat bernama Al Hubaib bin Al Mundzir menemui beliau dan bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah tempat yang anda pilih merupakan ketetapan yang diturunkan Allah, atau hanya sekedar pendapat dalam siasat perang ?”

“ Ini adalah pendapatku,” jawab beliau.

“ Wahai Rasulullah, tempat ini terlalu dekat dengan banteng Nathat dan para prajurit Yahudi di benteng itu dapat mengetahui keadaan kita sementara kita tidak mengetahui keadaan mereka. Anak panah mereka bisa sampai ke kita sedangkan anak panah kita tidak dapat menjangkau mereka. Kita tidak aman dari sergapan mereka sewaktu-waktu. Andaikan anda berkenan memindahkan ketempat yang tidak seperti ini sebagai markas kita.”

“ Engkau telah memberikan pendapat yang jitu,” sabda beliau lalu memerintahkan untuk pindah ke tempat lain.

Betapa hebatnya kepemimpinan yang dicontohkan Rasulullah. Meskipun beliau adalah pimpinan tertinggi yang setiap katanya diikuti tanpa ada yang membantah, tapi masih mau menerima pendapat anak buahnya.

Budaya diskusi dan sikap mau disalahkan sangat diperlukan dalam sebuah kerjasama. Terkadang apa yang tidak kita pikirkaan justru terpikir oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya. Seringkali kita terlalu egois sehingga tidak mau menerima pendapat berbeda dan mengikuti pedapat orang lain yang lebih baik apa lagi levelnya dibawah kita.

Dalam paradoc leadership seorang pemimpin harus dinamis. Dia berani mengubah keputusan manakala melihat peluang lebih menjanjikan ataupun bahaya yang menghadang. Seorang leader tidak harus selalu konsisten dengan rencana semula karena apa yang kita prediksikan belum tentu sesuai dengan kenyataan. Pengambilan keputusan baru sesuai kondisi riil bukanlah suatu pelanggaran akan tetapi itulah yang namanya inovasi.

Berbeda dengan pengikut atau follower yang harus konsisten mengikuti leader dengan prinsip “ Sami’na wa atho’na” Kami mendengar dan kami taat. Islam memberikan petunjuk sebagai pengikut atau anak buah yang baik yaitu “ Taatlah pada Allah, pada Rasulullah dan pimpinan diantara kamu. “

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Setuju Pak, pemimpin yang baik, yang menerima masukan dari orang lain untuk kebaikan bersama. Sukses selalu dan barakallah

11 Jan
Balas

sudah seharusnya pemimpin mendengarkan pendapat bawahannya..Sukses selalu Pak Mardi....Barakallah

11 Jan
Balas

Terima kasih Bund apresiasinya. semoga selalu sehat dan bahagia.

11 Jan
Balas

Begitulah pemimpin yang baik pak Mardi... sukses selalu pak Mardi .. barakallah

11 Jan
Balas

Terimakasih sudah berkunjung Bund. Salam sehat penuh barokah.

14 Jan



search

New Post