Semakin SEDIKIT Semakin Mudah
Sore, pukul 16.10. teman lama tiba- tiba sowan. Senang bisa ketemu lagi. Meski dalam hati sempat terbersit pertanyaan , kok tumben. Mengingat rumahnya cukup jauh. Kami ngobrol santai. Pas spiker mesjid mengumandangkan lantunan surat Ar Rohman, dia beranjak ,hendak pamit pulang. Sikapnya nampak ragu-ragu, kalimatnya seperti tertahan di tenggorokan. "Ada apa?" . Aku pegang erat tangannya, menguatkan. "Katakan apa yang bisa aku bantu?". Diapun cerita dengan pelan. Dia butuh uang untuk kebutuhan besok. Uangnya habis..bis.Tanpa ragu, aku berikan yang ada di dompetku 100.000 . Sekilas aku lihat sisa isinya, Alhamdulillah masih ada 100.000.cukup untuk kebutuhan besok.Sisanya ikhtiar tawakal pada Allah. Wajahnya cerah, aku antar hingga ujung jalan. Aku merasa ringan, senang sudah berbagi.Ringan saja..
50%,separuh dari yang ada di dompetku, tidak ada yang lain. Tabungan di bank juga sudah limit. Ada rasa syukur menyeruak di hati. Masih di beri karunia berbagi dalam kondisi sempit. Bagaimana saat dalam kondisi longgar. Apa aku bisa berbagi 50 %. Saat dompet terisi penuh , yang terpikir hanyalah kebutuhan , sisanya di biarkan anggap nabung. Sambil terus merasa aman dan nyaman. Sedekah, jalan sih. Tapi senilai 50% kah?
200.000 yang tersisa , mudah bagiku untuk berbagi 100.000 dan saat itu aku sudah merasa menjadi penolong , merasa sudah beramal baik. PD bahwa TUHAN akan memberi pahala . Bagaimana jika 1 juta . Apa aku bisa berbagi 500.000. Bagaimana jika aku punya 20 juta sanggupkan aku berbagi 10 juta. Bagaimana jika 2 M, bisa gak berbagi 50%nya. 1 M..!!! Eeits..tunggu dulu!
So...kaya dermawan itu mah biasa, enteng, ringan .Tapi MISKIN dermawan itu LEBIH mudah he..he..he...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Shadaqah itu dilihat dr segi iklasnya Bu. Salam literasi bu
Mantap ibu, sedikit lebih ringan ya bu utk berbagi dan terus berprasangka baik. Insyaallah ganjaran pahala dr Allah.
Mantap ibu, sedikit lebih ringan ya bu utk berbagi dan terus berprasangka baik. Insyaallah ganjaran pahala dr Allah.
Sedikit saja ..yang penting ikhlas hi..hi..hi..
Renungan ibu. Bahwa saat sedikit kita lebih ringan berbagi. Ternyata. Saya senang khusnudzon, semua ikhlas.Salam literasi juga ibu yang budiman