Pindahnya Bu Kristin
Oleh : Ma'arif SN

"Klunting klunting" notifikasi WA dari grup sekolah masuk, nadanya memang dibuat khusus agar mudah diketahui dari mana datangnya. Di layar tablet pinjaman yang kemanapun selalu dibawanya itu terlihat preview sebuah dokumen yang dibagikan oleh staff TU dengan kapsion Edaran KP 2025. Dari judulnya saja sudah terlihat, isinya tentang pemberitahuan proses usulan kenaikan pangkat bagi ASN dan persyaratannya. Dari edaran itu, tak terlihat dampaknya pada para penghuni Ruang Guru. Baru di hari berikutnya tampak ada salah seorang yang tampak sedikit lebih sibuk dari biasanya. Dalam sehari itu mondar-mandir antara Ruang Guru-Ruang TU sambil menenteng map yang tampaknya berisi dokumen penting. Ekspresinya yang selalu semangat tampak lebih semangat pada hari itu.
"Sudah beres, Bu, aplod-aplodnya?" tanya Pak Nu yang duduk tepat di depan Bu Kristin, yang tampaknya sudah tidak sibuk lagi. "Sudah, Pak, lha Pak Mak gimana?" tanyanya balik. "Saya nggak ikut, kok, wong kemarin sudah gagal" jawab Pak Mak. "Ayo Pak, kan sekarang modelnya hanya aplod-aplod saja" ajaknya. Bukannya menjawab, Pak Nu malah bertanya lagi, "Berarti tinggal nunggu pemberitahuan, to?" Bu Kristin hanya mengangguk-angguk. "Syukurlah, berarti tinggal nunggu jadwal ujian, terus tunggu hasil, terus tunggu SK". Masih dibalas dengan dua anggukan cepat, Pak Nu menambahkan, "dan SK mutasi". "Aamiin..." balas Bu kristin tak kalah cepat sambil menangkupkan kedua tangan ke wajahnya.
Begitulah, ekpresinya tampak begitu bahagia mendengar kata mutasi. Bu Kristin memang tergolong sudah tidak lagi baru di Sekolah ndesa yang luar biasa itu, namun juga belum terlalu lama dibanding Pak Nu. Meski begitu, semangat dan dedikasinya luar biasa. Bayangkan saja, seorang wanita, masih punya putri balita, untuk menjalankan tugasnya setiap hari menempuh perjalanan pulang pergi sejauh 80 kilometer bersepeda motor, masih ditambah lagi berkegiatan aktif sebagai guru penggerak. Sementara teman seangkatannya yang semula setia bergantian berboncengan mengukur aspal telah pindah terlebih dahulu (kisahnya ada di sini : https://www.gurusiana.id/read/maarifsn/article/bu-isma-pindah-3260322). Bagaimana tidak bahagia seandainya tiba-tiba dimutasi? Semoga impiannya segera menjadi nyata, Bu ...TAMAT
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Yen mung 40 km ki mbakyu ya wis tau...haha...
Wah... lumayan juga, mbakyu. Nek Asline ybs sekitar 48 km, bulakan dan hutan karetnya 25an km. 48 km jarak di Gmap
Saya pernah bertugas di sekolah di tengah hutan. Di antara murid-murid yang tinggal di bedeng-bedeng perkebunan. Dulu begitu mendambakan mutasi.
Dan sekarang sudah jadi kenangan, Bu? Semoga pengabdian di masa itu jadi amal ibadah yqng bernilai tinggi di hadapan Allah, ya Bu?
Dan sekarang sudah jadi kenangan, Bu? Semoga pengabdian di masa itu jadi amal ibadah yqng bernilai tinggi di hadapan Allah, ya Bu?
Dan sekarang sudah jadi kenangan, Bu? Semoga pengabdian di masa itu jadi amal ibadah yqng bernilai tinggi di hadapan Allah, ya Bu?