Lutvi Aprilian Wulandari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

89. Naluri Ibu

89. Naluri Ibu

Air mata ini tak henti menetes

Setiap kali memikirkanmu

Entahlah...

Tak biasanya seperti ini

Mungkin inilah yang disebut naluri

Saat sesuatu terjadi padamu

Seolah akuoun ikut merasakannya

Bahagiaku adalah bahagiaku

Sakitmu adalah sakitku

Engkau adalah belahan jiwaku

Buah hatiku sayang...

Jangan takut..

Ada ayah dan bundamu di sini

Yakinlah kita bisa lewati ini bersama

Tetaplah selalu ceria

Kami pasti kuat dan bisa

Ada Allah yang ada bersama kita

Allahumma rabbannasi

Adzhibil ba'sa

Isyfii anta ssyaafiii

Laa syifaa'an Illa syifauka

Syifaa'an lama yughoodirussaqoma

Aamiiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post