89. Naluri Ibu
89. Naluri Ibu
Air mata ini tak henti menetes
Setiap kali memikirkanmu
Entahlah...
Tak biasanya seperti ini
Mungkin inilah yang disebut naluri
Saat sesuatu terjadi padamu
Seolah akuoun ikut merasakannya
Bahagiaku adalah bahagiaku
Sakitmu adalah sakitku
Engkau adalah belahan jiwaku
Buah hatiku sayang...
Jangan takut..
Ada ayah dan bundamu di sini
Yakinlah kita bisa lewati ini bersama
Tetaplah selalu ceria
Kami pasti kuat dan bisa
Ada Allah yang ada bersama kita
Allahumma rabbannasi
Adzhibil ba'sa
Isyfii anta ssyaafiii
Laa syifaa'an Illa syifauka
Syifaa'an lama yughoodirussaqoma
Aamiiin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar