MAJU LUPA MUNDUR MALU
MAJU LUPA MUNDUR MALU
Lutfia Octavia Ma’sar
Ada yang istimewa di ramadhan tahun ini, Ramadhan yang biasanya saya lalui dengan segala dinamika kegiatan yang berjibun. Mulai dari kegiatan sekolah, organisasi, adik-adik gemes, rumah, ditambah dengan bukber alumni dari sd sampai kuliah yang gak abis-abis. Membuat momen buka puasa dan tarawih dirumah menjadi hal langka (berasa jadi anak durhaka).
Tapi tidak dengan tahun ini, sebulan full ramadhan harus ada di rumah. Tak ada lagi kegiatan seperti tahun-tahun biasanya. Berkahnya bisa fokus jalanin ibadah puasa plus bisa buka puasa dan tarawih di rumah tanpa bolong. Ya... ini beneran di rumah, karena masjid depan rumah sudah tak lagi dibuka buat ibadah jamaah perempuan. Hanya jamaah laki-laki yang bisa sholat jamaah dimasjid, itupun dengan jumlah yang dibatasi.
Tarawih yang biasanya diimami oleh ustad kini harus dimani oleh Ibu Hj. Maesaroh (ini nama mama saya ya). Dari malam pertama sampai memasuki malam belasan aku masih tenang-tenang saja, karena ibu tak sekalipun minta digantikan menjadi imam sholat isa dan tarawih. Tapi tidak dengan malam ke 13 ramadhan, malam mendekati pertengahan ramadhan.
Setelah dengan berbagai alasan untuk menolak menjadi Imam, kali ini gak ada lagi alasan mau tidak mau harus mau (mau lari takut ketangkep salpol PP). Malam pertama dan ke dua masih aman, bacaan aman, urutan surat yang harus dibaca aman. Nah ini dia yang mendebarkan malam ke lima belas, antara malu kalau harus mundur jadi imam atau kalaunekat baju pasti lupa.
Dan benar saja dari masuk sholat tarawih rakaat pertama samapai rakaat ke dua puluh ada saja yang lupa. Dari urutan surat, bacaan surat, sampai jumlah rakaatpun ikut lupa. Dan puncaknya terjadi pada rakaat ke tiga sholat witir ketika harus membaca doa qunut secara lantang. Walau sudah mencoba menghafalkan dari siang hari. Ditambah ketika jeda sholat tarawih mencoba doa qunut namun tetapsaja hasilnya saya lupa.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Hehehe. Pengalaman adalah guru terbaik. Mantap