NASEHAT TAK BERSUARA
Sejak kecil Andika di beri nasehat oleh ibunya atau ayahnya agar selalu hati hati berbuat sesuatu yang merusak orang. Akan tetapi tetap tidak dihiraukan karena dianggap menghalangi pikiran. Andika memang anak yang nakal dan berani. Prinsipnya berani berbuat berani bertanggung jawab, apa lagi kalau merasa diri benar.
Dengan sikap yang ditunjukkan itu membuatnya sering mendapat cemoohan bahkan ada ancaman teror dari orang yang biasa merasa terganggu oleh sikapnya. Seketika itu pula dibalas oleh Andika terhadap orang yang mencemooh atau menteror dirinya, baik balasan dengan kata kata atau dengan kekuatan fisik.
Suatu hari berhadapan dengan seorang preman yang terkenal ganas melakukan tindakan terhadap Andika. Seketika terjadi perkelahian yang hampir menghilangkan nyawa kedua belah pihak. Dengan keberanian Andika, perkelahian itu di menangkannya dengan melukai sang preman. Tangan Andika dengan sebilah badik ingin menggorok leher lawannya tetapi sang preman minta ampun terucap di mulutnya " ampun Andika ampun, mohon jangan bunuh saya, kasihan ibuku di rumah, siapa yang jaga kalau saya mati". Seketika itu Andika teringat dengan nasehat ibu padanya. Hatinya luluh dan mengurungkan niatnya. Dalam hati Andika berkata "untung ada kata ibu".
Lukman Sidrap, 18122024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
nasehat ibu mmg selaku teringat
Terima kasih pak Rochadi, salam pak
Cerita yang menarik dan penuh makna.
Terima kasih Bu Nanik