Anabul
Bismillah
Tagur 365 hari (H.36)
Anabul
Kupanggil kamu Anabul lucu
Ya, kamu si anak bulu
Mengendus di dekat kakiku
Sepertinya sedang mencium sesuatu
//
Anabul si kucing cantik
Terlihat jinak di hujan rintik
Tak kubiarkan meski sedetik
Membelaimu dengan jemari lentik
//
Anabul muncul tiba-tiba
Apakah kamu si kucing rimba
Kamu datang dengan mengiba
Bulumu kuelus dan kuraba
//
Anabul kamu terlihat lapar
Terlihat tubuhmu sedikit bergetar
Suaramu hampir tak terdengar
Lamunanku pun kau buat buyar
//
Anabul si kucing liar
Entah dari mana kamu keluar
Kuberi makan karna kau lapar
Kau pandang aku dengan gemetar
//
Anabul sayang sehatlah selalu
Kamu pasti akan kurindu
Kan kutitip salam pada sang bayu
Semoga kita dapat lagi bertemu
#Bumi Khatulistiwa: Ahad, 21 Februari 2021#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
semoga yg bunda lakukan dibalas oleh Allah, walau hanya memberi segenggam makanan untuk seekor kucing, Aamiin
Aamiin. In sya Allah saya slalu membawa makanan meong. Ga tega kalo list meong lapar. Trima Kasih ya Bun. Kita sama2 pecinta anabul hehe
Keren puisinya Bunda, sukses selalu.
Alhamdulillah. Trima kasih Bucan.