SUKSES MULIA
Banyak orang yang sukses di sekitar kita. Di area tempat tinggal kita, di tempat kerja, orang yang kita kenal baik dengannya, dan mungkin orang yang tidak kita sangka. Misalnya, saat sekolah dulu (misalnya SMA), gaya belajarnya “amburadul” dan nilainya pas-pasan. Lalu, hari ini dia sukses. Boleh jadi, ‘kan?
Apa saja indikator sukses itu? Secara materi, boleh dikatakan hidup mereka berkecukupan. Tidak tampak kekurangan apa pun. Apa saja yang mereka inginkan, tanpa butuh waktu yang lama, bisa mereka dapatkan.
Secara umum, ukuran sukses di tengah masyarakat kita adalah harta yang melimpah. Bahasa sederhananya ‘serba ada.’ Bila ukuran sukses adalah harta benda, berarti boleh dikatakan orang yang tidak berharta tidak sukses? Keliru, begitulah barangkali.
Kalau standar sukses hanya fokus pada kepemilikan harta (finansial), wajar saja jika angka kriminal dan kejahatan lain kian meningkat. Sebab, tujannya hanya satu, ya, untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Akhirnya, semua cara dilegalkan dan dianggap biasa.
Akankah hidup mereka yang sukses dengan menghalalkan segala cara ini mulia? Belum tentu. Kemungkinan besar, tidak. Sekali lagi, kemungkinan besar tidak.
Oleh sebab itu, alangkah eloknya kalau saat proses perjalanan menuju sukses itu diperhatikan juga dong rambu-rambu yang ada. Timbanglah dengan akal yang sehat, sesuaikanlah dengan tiga hukum yang berlaku. Ya, hukum negara berupa undang-undang, agama, dan adat di tengah masyarakat.
Jika dalam meraih sukses itu tidak ada menyalahi salah satu dari hukum yang tiga ini, bisa dipastikan bahwa itulah sukses lagi mulia. Dengan kesuksesan seperti ini, ia akan menjadi pribadi yang hebat dan bermanfaat bagi masyarakat. Orang-orang di sekitarnya pun merasa aman, nyaman, tenteram, dan nikmat. Sebab ia selalu bermurah hati, berhati suci, bermuka jernih, cepat kaki, dan ringan tangan. Mari menjadi pribadi hebat, sukses, dan mulia. Wallahu a’lamu bisshawaab.
#Tantangan guru siana hari yang ke-139
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Tulisan keren dan mengingatkan. Sukses selalu dan barakallahu fiik
Aamiin
Kereeen...mari, menjadi pribadi yang bermartabat...
Semoga.....