Cipa Cipi dan Cipu
Tantangan Hari ke-106
Cipa, Cipi dan Cipu tiga makhluk lucu yang sangat disayangi anak-anak kami. Waktu masih bayi mungil Bunda agak takut melihat ketiganya. Bayi-bayi yang bulunya masih belum lebat sehingga kelihatan kulit putihnya. Bunda protes, "Mengapa bayi kucing ini dibawa pulang Ncu? Nanti Uncu ke Padang siapa yang mengurusnya?" Uncu dengan santai menjawab, " Numpang dulu, nantik diambil lagi." "Mama mertua keberatan ada anak kucing, repot mengurusnya Ni, tahinya berserakan." Bunda geleng kepala, "Terus sekarang Kami yang harus rempong Ncu?"
"Tolong saja dulu Uni, kasihan mereka masih bayi tapi terlantar dipinggir jalan." Uncu menitip tiga bayi mungil, lalu pergi kerja dan sekali seminggu datang melihat perkembangan para kucing. Bunda, Ayah dan tiga kurcaci yang mengurusnya. Rumah yang semula bersih berubah jadi beraroma pipis kucing. Makanannya berserakan di lantai, gorden mulai ada yang memanjatnya dan tahi kucing dimana-mana. Sama dengan Bunda, Lian juga takut melihat bayi kucing. Tinggallah Ayah dan Zizi konsisten mengurus Cipa, cipi dan Cipu.
Tapi sekarang rasa sayang itu mulai terasa, saat Kami membuka pintu untuk berangkat sholat subuh, ada Cipu yang mengikuti sampai ke mesjid. Ketika pulang dari mesjid, ada Cipa yang menunggu di depan pintu dan berlari masuk saat pintu terbuka. Para bayi itu sudah besar sekarang, tidak ada lagi bau pipis kucing, tahi kucing berserakan. Cipa Cipi dan Cipu jadi idola anak-anak. Ketiga kucing mulai banyak penggemarnya dan banyak yang meminta adopsi, namun Bunda keberatan karena ketiga kucing menjadi kesayangan Kami. Setelah sebelumnya Bunda ragu akan bisa merawat mereka. Dedek Akhtar, anak Uncu setiap datang langsung mencari kucingnya,"Pepi...pepi.." Sambil mencari ketiga kucing untuk diajak main atau sekedar tarik2 ekornya. Lain lagi panggilan Akhtar untuk ketiga kucing ini. #TantanganGuruSiana
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar