Si Hijau Yang Seksi
Yang namanya libur pasti membuat banyak orang tersenyum indah, meskipun istilahnya work from home. Seperti pengumuman libur dua minggu yang diteruskan Ibu kepala sekolah di WAG yang disebabkan pandemi virus corona. Semua pekerjaan rumah yang tertunda karena kesibukan yang tidak beradab akan terselesaikan dengan baik. Bahkan mencoba resep baru dari berbagai sumber seperti facebook, youtube menjadi kegiatan baru di sore hari. Keluhan rasa dari Ayah dan anak-anakku menguatkan iman Saya untuk menghabiskan bergigagiga paket internet hanya sekedar melihat video cara pembuatan donat, bolu pisang, brownies, soto medan, mie soup. Walau pun dari beberapa makanan tersebut mengalami kegagalan, mie soup menjadi favorit rasa kurang enak bisa ditambahkan bahan lain seperti kecap manis, cabe rawit dan penyedap rasa lainnya. Ternyata Saya tidak pandai memasak sekalipun ada panduan videonya.
Belum usai dua minggu pertama, sudah ditambah lagi dengan waktu yang sama. Kesempatan untuk memperbaiki kegagalan resep baru bisa diulang. Tapi itu hanya untuk satu hari. Saya kembali membuka gawai, membuka mencari resep yang kemarin. Tapi dasar Emak-Emak, tidak sah jika tidak melirik FB setiap jam. Tampak video bertanam ria di media bekas. Kutonton sebentar dan kulirik ke bawah rak dapurku yang penuh dengan tumpukan bungkus minyak goreng. Kompos bekas pembakaran sampah di belakang rumah segera kuisikan. Sepeda motorku segera kugas menuju toko pertanian. Dengan berbekal video kubibitkan dan kusiram setiap hari. Satu daun, dua daun, tiga daun, empat daun muncul setiap hari. Kegembiran hati seperti mendapatkan nilai angka kredit dari sebuah kegiatan seminar.
Resep baru tertunda dengan keasyikan membelai daunnya yang sudah melebar. Hingga suatu hari, daun itu berlubang di mana-mana. Perasaan jadi campur aduk. Timbul berbagai pertanyaan dalam benak. Gawai tetap menjadi sumber jawaban. Kuraih gawai di kantongku, mengetik beberapa kata kunci di Google. Benar juga, beberapa ulat ada di media tanamnya dan juga di daun jeruk kesturi tetangganya. Bermodalkan sarung tangan yang Saya beli kemarin di toko pertanian, satu persatu ulatnya Saya ambil dan masukkan ke kolam ikan di samping pohon jambu. Air perendaman limbah dapur Saya siramkan setiap hari. Keindahan daunnya kembali membuatku tersenyum. Sebulan sudah berlalu, libur masih berlanjut. Si Hijau seksi itu sekarang sudah bisa dipanen. Begitu seksi dengan lekuknya yang indah, cocok untuk mie soup yang sudah berhasil Saya masak hari ini. Tentu keluhan rasa kurang enak berganti pujian. Enak, Ma!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kirain mau tulis tentang sayur, ternyata masakan ya! Cerdik,, cerdik.. hehehe
Tulisan keren. Hijau yang seksi akhirnya masuk mie soup. He he he
mantul bu, semangat
Terima kasih, Bu
Hahaha...kirain tanaman.. ternyata mie sup...mau dong bun.... keren
..terima kasih, Bu.
Kwwkwkwkkwkk, bagi dong si seksinya, anda seksi karyanya jg seksi. btw puisi aq koq ga prnh terbit ya ??
..terima kasih, Pak Guru
Akhirnya si seksi berujung di mangkok mie. SOP hehehehe
Si seksi... Hmm masukin di mie kuah anget2
Bagus banget kosa katanya... Saya sampai harus baca ulang biar faham isi tulisannya...Mantap jiwa..
Terima kasih, Bu
Judul nya menarik merangsang saya utk segera membaca. Saya cari mana sihijau yang seksi di tulisan blm terlihat, lihat foto diatas baru jelas
Mantap bu