Legimin Syukri

Lahir di Simalungun 21 Maret 1963. Alumni IAIN SU Fakultas Syariah. Pegawai Kemenag Kota Medan....

Selengkapnya
Navigasi Web
Minggu Pertama Mama Ikut Belajar

Minggu Pertama Mama Ikut Belajar

Halaman depan sekolah dari mulai hari Senin 15 Juli 2019 dipadati oleh wali santri. Mereka ingin mendampingi buah hati tercintanya belajar, bersosialisasi dengan teman-teman barunya. Pada minggu pertama wajah para Buya dan Umi pun nampak ceria, karena pengawasan terhapap santri masih melibatkan orang tua.

Pihak sekolah memberikan toleransi terhadap wali santri, untuk bersama-sama mengawasi di halaman sekolah dan di dalam kelas. Dalam waktu seminggu ini juga Buya dan Umi dituntut kemampuannya menghadapi santri baru dan sekaligus Mamanya yang ikut belajar bersama-sama. Itulah pentingnya setiap hari setelah selesai menghadapi santri, Buya dan Umi duduk bersama melakukan evaluasi tentang perkembangan para santri dan sekaligus orang tuanya. Dari pengamatan selama satu minggu bisa kita ketahui apa yang menjadi keinginan para wali menitipkan buah hati mereka. Pada hari kedua Kepala Sekolah menyampaikan pesan kepada para wali di halaman sekolah ketika berbaris. "Bapak dan Ibu boleh bersam-sama di halaman sekolah. Tapi ingat ya... , tidak boleh duduk di ayunan stenlis. Itu hanya untuk para santri yang bobot badannya tidak lebih dari 15 Kg. Kalau kepingin juga, karena dulu tidak pernah TK bolehlah tapi di ayunan besi yang sebelah sana," yang kemudian disambut tawa dari para wali. "Selanjutnya, di minggu pertama ini Bapak dan Ibu masih boleh bersama-sama di tempat ini. Pada hari Senin 23 Juli 2019, anak-anak harus mulai diajari mandiri. Tinggalkan mereka di sini. Jika tetap ingin menunggui anaknya, haruslah di luar pagar. Percayakanlah mereka kepada kami secara total. Kami akan menjaga seperti anak kami sendiri. Yakinlah bahwa Buya dan Umi adalah guru-guru yang berpengalaman dalam mengasuh dan mendidik anak-anak ini." Demikian Kepala Sekolah memberikan keyakinan kepada wali santri. Untuk lebih meyakinkan para wali santri, Buya Kepala Sekolah memperkenalkan para tenaga pendidik satu persatu.

Tak lupa memperkenalkan dari Universitas mana tempat mereka menimba ilmu. Serta pengalaman mereka dalam tugas. Semua ini dilakukan untuk meyakinkan semua pihak.

Semoga bisa memberikan rasa aman kepada para wali yang akan meninggalkan anak mereka di sekolah. Karena lebih kurang empat jam anak-anak polos itu dititipkan di sekolah. Dari sejak datang hingga pulang. Walkahu a'lam bisshawa. Wa ilallahi turjaul umur. TKA Plus An Nizam, 20 Juli 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

He..he.. Aliyah juga masih ada orangtua yang menemani saat awal-awal. Banyak sekali alasannya. Tapi sangat positif asal tidak keterusan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

21 Jul
Balas

Tanda sayang mereka terhadap buah hatinya. Barakallah Saudaraku Mulya Al Bantany

21 Jul

Wah, asyiknya emak emak ikut sekolah, jadi ramai pastinya, hehehe. Teruntai doa untuk Abah agar tercurah rahmat Allah dan barakallahu fiik

20 Jul
Balas

Emak-emak ikut sekolah, banyak juga yag dulu Abah catat pernikahannya. jadinya pada manggil kakek. Barakallah Ibu Siti selalu sehat

20 Jul

Minggu pertama para emak ikut sekolah ....he..he...Sama Pak...

20 Jul
Balas

Betul Ibu Rini, tambah ramai. Barakallah selalu sehat

20 Jul



search

New Post