Navigasi Web
Sepenggal Kisah Tes UTBK

Sepenggal Kisah Tes UTBK

Sepenggal Kisah Test UTBK

By : Laily Muljati

Pagi sekitar jam 07.00 WIB saya menjemput Putri yang akan mengikuti tes UTBK di universitas Merdeka Malang dengan menyewa seorang sopir maklum suami belum begitu lihai untuk menyopir mobil sendiri. Jam 08.00 WIB tiba di Pesantren Wahid Hasyim Bangil, saya langsung menuju ke kantor mengurus administrasinya dan mengizinkan Putri yang mau tes UTBK.

Begitu melihat saya, Putri terlihat kurang sabar, sebab dia menginginkan agar bisa dijemput lebih awal untuk pulang ke rumah dahulu, mempersiapkan sepatu dan baju yang akan dipakai tes,.

Padahal jarak pondok dan rumah kurang lebih 20 km dan untuk menuju ke kota Malang lebih cepat berangkat dari pondok ketimbang rumah.

Mengetahui Putri cemberut dan mau menangis, membuat saya tidak berkutik dan bingung tetapi setelah sampai masuk ke dalam mobil, Ayahnya memberi penjelasan dan pengertian tentang bagaimana menata hati ketika mau tes. Akhirnya Putri memahami bahwa penampilan itu tidak menjadikan jaminan akan lulus yang penting harus fokus untuk mengerjakan suatu tes.

Saya juga menasehati," Jika kamu akan tes tolong, ketika menunggu tes akan di mulai usahakan untuk menenangkan diri dengan memperbanyak membaca Al-fatihah yang ditujukan untuk orang tua, gurumu dan yang utama adalah nabi Muhammad SAW dengan harapan semoga lancar mengerjakan tesnya dan jangan lupa ketika memulai mengerjakan soal bacalah basmalah lalu ucapkan alhamdulillah ketika selesai jika menemui kesulitan bacalah La haula wala quwwata illa Billah, insya Allah dengan pertolongan Allah SWT akan dimudahkan segala urusanmu, niatkan bahwa apapun yang kamu kerjakan pastinya atas pertolongan dan ijin Allah SWT semata."

Tepat jam 09.30 sopir memarkir mobilnya di depan Cyber mall dan Alhamdulillah sebelahnya ada sebuah Swalayan yang menjual berbagai kebutuhan pokok walau tidak begitu banyak,saya dan Putri segera mencari kios baju dan sepatu terus saya masuk lalu memilih dan akhirnya ada yang sesuai dan cocok dengan si Putri tidak lupa pula kami membeli kaos kaki setelah membayar dikasir kami menuju mobil untu menuju ke universitas Merdeka Malang.l Terlihat Putri sudah ceria dan optimis bisa mengerjakan tes dengan baik.

Dan Alhamdulillah akhirnya tes itu berlangsung dimulai dari mulai jam 13.00 WIB sampai jam 16.30 WIB.

Ketika waktunya hampir habis saya berusaha untuk menjemputnya di pintu gerbang keluar ternyata saya tunggu sampai agak lama tidak kunjung bertemu, tiba-tiba si Putrinya sudah berada di parkiran mobil akhirnya si Putri diberitahu oleh ayahnya bahwa ibunya sudah dari tadi menunggu di pintu gerbang kampus tes UTBK dan belum kembali.

Sekarang giliran Putri yang mencari saya, secara kebetulan saya melihat Putri dan saya kira dia baru keluar dari tempat tes ternyata dia sudah sampai dulu.

Dalam hati saya bergumam,"Kamu sih terlalu kecil, mungkin tadi di depanmu ada anak yang badannya tinggi dan besar sehingga saya tidak bisa melihatmu."

Ini ceritanya yang menjemput malah dijemput.

Alhamdulillah berkah di bulan Ramadhan, beberapa panitia ada yang bertugas memberi kue dan minuman sebagai pembuka takjil ketika di perjalanan.

Kita lanjut pulang dari Malang menuju ke Pasuruan agak rumit juga ternyata walaupun kita sudah menggunakan Google map nyatanya ada juga salahnya sampai akhirnya kita sudah memasuki kota Pasuruan dan salat magrib di sebuah masjid wilayah Sukorejo setelah itu baru kita mampir di sebuah restoran kebetulan Putri pesan bebek goreng sedangkan saya lebih suka pesan gulai kambing sementara sopir dan suami memilih sate kambing.

Lalu kita lanjutkan perjalanan menuju Gondangwetan tapi sebelum tiba di rumah kami berhenti di Indomaret untuk membeli beberapa kaleng kue kering dan Silver Queen. Alhamdulillh kami sampai di rumah dengan selamat sekitar jam 20.30 WIB.

Pasuruan, 25 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen reportasenya, Bunda. Salam literasi

24 Apr
Balas

Makasih atas apresiasinya pak Dede

24 Apr
Balas

Makasih atas apresiasinya pak Dede

24 Apr
Balas

Makasih atas apresiasinya pak Dede

24 Apr
Balas



search

New Post