30. Pinta yang Masih Serakah
Pinta yang Masih Serakah
===
Pada temaram senja
Kutitipkan sakit hati yang mendera
Agar ikhlas dapat teraih dalam pasrah
Di keheningan malam ku langitkan doa
Kiranya Dia bersedia menerima
Pintaku yang masih serakah
Mencari damai di bibir pantai
Mencari keteduhan di rimbun perdu
Kiranya merana hati tetap ambigu
Tak tahu kemana harus berlabuh
Pada temaram senja
Kuhanyutkan mimpi
Biarlah kini semua kuhadapi
Kenyataan yang pahit beraroma kopi
Dan esok hari aku bisa menemukan
Senyum manis yang terseduh
Dalam cangkir ketenangan abadi
===
Banyuwangi,30 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren, salam sukses
Wauw...keren bgt puisinya, say. Sht sukses sllu
Cakep puisinya, Bu. Semoga gelisah hati yang tak bertepi, segera hilang terkikis kasih tanpa ambigu. Salam bahagia.