Koesriyana

Koesriyana atau biasanya dipanggil Nana adalah guru bahasa Inggris yang saat ini mengabdi di SMK Negeri 2 Jember. Telah menyelesaikan strata satunya di Universi...

Selengkapnya
Navigasi Web
SaguSabu yang Merayu

SaguSabu yang Merayu

Sejak dulu, menulis merupakan suatu kegiatan yang kurang atau malah sama sekali tidak aku minati. Terbukti, sejak sekolah dasar sampai menengah atas, nilai menulisku dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tak pernah mencapai skor yang memuaskan, bahkan bisa dikatakan selalu dibawah standar.

Seringkali kudengar, orang yang suka menulis biasanya karena suka membaca. Dalam hal ini, bisa dikatakan aku termasuk kutu buku tapi jujur saja novel adalah favoritku. Sejak mulai bisa membaca, aku sudah langsung menikmati novel-novel petualangan ringan seperti Lima Sekawan, si Badung karangan Enyd Bliton. Tentu saja, seleraku terhadap tema bacaan berubah seiring bertambahnya usiaku. Aku juga selalu lahap membaca berita terkini dari majalah dan koran saat itu. Sehingga kadang teman sebayaku dulu menganggapku aneh dan dewasa sebelum waktunya. Bayangkan saja, saat SD, aku sudah membaca majalah Hai untuk remaja, Femina untuk wanita dewasa dan koran Kompas.

Selain itu, tidak kurang-kurang aku baca teori menulis dari segala jenis teks, dari yang ringan semacam tips dari pengarang terkenal sampai yang berbobot semacam textbook untuk tujuan akademik. Tapi ternyata itu semua, entah mengapa, tidak pernah dapat membantuku untuk memulai menulis.

Sebenarnya, aku sering bertanya pada diriku sendiri kemungkinan alasannya, rasa tidak percaya diri ini untuk menumpahkan pikiran, ketakutan akan kesalahan dalam diksi atau kekuatiran ide yang stagnan. Selalu hal tersebut yang kujadikan ‘kambing hitam’. Tapi kini, aku tahu alasan yang lebih logis dan realistis buat diriku, yaitu kurangnya motivasi baik internal maupun eksternal.

Motivasi internal yang aku rasakan adalah rasa malas yang meraja. Sementara motivasi eksternal adalah kurang adanya hal-hal yang membuatku merasa ‘terpaksa’ harus menulis.

Alasan ini kudapatkan di hari pertama aku mengikuti kegiatan sagusabu PGRI Jember. Program ini digagas oleh media guru dan didukung oleh PGRI Jember. Acara ini berlangsung dua hari dengan target bahwa dalam satu bulan setiap peserta dapat menulis sebuah buku. Wow! itu sungguh rayuan maut.

Ah, seandainya aku kenal sagusabu sejak dulu …

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Idem...

27 Jan
Balas

Toss dulu, Bu Ummi :D

28 Jan

hehe...aku kenal sagu sabu setahun yang lalu, tapi baru memaksa diri untuk menulis setelah recharge di Sagusabu Jember ditambah lagi dengan adanya challenge menulis di gurusiana.

27 Jan
Balas

Dan.... saya kenal sagusabu dari bu Eka... #Hug# Kalau bukan bu Eka yang share, saya pasti masih belum kenal juga sampai sekarang. Maturnuwun, Bu Eka...

28 Jan

Tidak hanya sagusabu yang merayu. Tulisan Ibu Kus Luar biasa merayu pembaca

27 Jan
Balas

Ah, bu Tri bisa aja ... he..he... maturnuwun. Salut dengan semangat bu Tri

28 Jan

Maaf, Bu Nana

27 Jan
Balas

No worries, bu Tri

28 Jan



search

New Post