Perjuangan Ibu
Gubuk reyot itu saksi bisu kehidupan kelamnya
Bermandi keringat hingga fajar menjelang
Hinaan serta cacian tak pernah dihiraukannya
Yang dia tau buah hatinya tidak kelaparan
Haruskah dia menyalahkan takdir Tuhan i
Selalu hidup dalam perundungan orang-orang
Terkadang hati kecilnya menjerit pilu
Kapankah roda kehidupan ini berputar
Peluh dan airmata mewarnai perjuangan hidupnya
Kini hanya sang buah hati semangatnya berjuang
Karena belahan jiwa direnggut oleh kejamnya perang
Tanpa meninggalkan bekal untuk masa depan
Oh Tuhan,
Hanya penyesalan yang kudapati kini
Ibu ku telah pergi berjumpa belahan jiwanya
Sebelum sempat aku membahagiakannya
Bumi Serasi, 22 Desember 2021
#gbm #tantangan30harimenulisdesemberceriagbm
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen puisinya, Bunda. Salam literasi
Doakan ibu bahagia di surga. Aamiin.