KISSYA WENS

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjuangan Ibu

Perjuangan Ibu

Gubuk reyot itu saksi bisu kehidupan kelamnya

Bermandi keringat hingga fajar menjelang

Hinaan serta cacian tak pernah dihiraukannya

Yang dia tau buah hatinya tidak kelaparan

Haruskah dia menyalahkan takdir Tuhan i

Selalu hidup dalam perundungan orang-orang

Terkadang hati kecilnya menjerit pilu

Kapankah roda kehidupan ini berputar

Peluh dan airmata mewarnai perjuangan hidupnya

Kini hanya sang buah hati semangatnya berjuang

Karena belahan jiwa direnggut oleh kejamnya perang

Tanpa meninggalkan bekal untuk masa depan

Oh Tuhan,

Hanya penyesalan yang kudapati kini

Ibu ku telah pergi berjumpa belahan jiwanya

Sebelum sempat aku membahagiakannya

Bumi Serasi, 22 Desember 2021

#gbm #tantangan30harimenulisdesemberceriagbm

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen puisinya, Bunda. Salam literasi

22 Dec
Balas

Doakan ibu bahagia di surga. Aamiin.

22 Dec
Balas



search

New Post