Bertemu yang Menunggu
Bertemu yang Menunggu
*
Sabtu, di pagi buta aku berada di kereta Fajar Utama solo
Lampu terang benderang tapi suasana lengang
Sebagian besar bangku belum terisi pemesannya
Akan berangsur semakin penuh seperti biasanya
*
Perjalanan dimulai sebelum pukul enam
Tepat pada jadwalnya kereta bergerak maju
Terus melaju tanpa suara mesin yang bising
Goyangan lembutnya menawarkan kenyamanan
*
Udara dingin ruangan mulai membungkus tubuh
Badan yang kurang berisi terasa semakin menyusut
Biarpun begitu hati lemah ini tak boleh membeku
Karena di tempat tertuju pujaan hati tengah menunggu
*
Sekitar delapan jam perjalanan Jakarta - Jogja
Entah berapa kali kulepas pandang menerobos jendela kaca
Berapa kali pula kuluruskan kepala dan pejamkan mata
Yang ada hanya kamu dengan senyum merekah cinta.
#
Stasiun Pasar Senen, 17/09/2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Puisinya romantiiiss hehe.... Sudah bertemu si dia kah? Keren, Pak
Terima kasih, Bu. *Alhamdulillah sudah bertemu. Berjumpa mesra berpisah rindu.
Mantap sekali puisinya Bapak
Terima kasih, Bu. Selalu mengapresiasi.
Bukan mimpi kan pak
Bukan, Bu. Sedang dalam perjalanan mengunjungi anak di pondok