Rinduku
140. Rinduku
Kisah ini terjadi sewaktu aku masih kecil. Waktu itu usia mencapai sekitar 6-7 tahun. Ayahku suka mengajak main anak-anaknya. Biasanya beliau meletakkan uang logam di dahinya. Lalu ia berjalan di depan anak-anaknya yang asyik main. Kebetulan kami lima bersaudara. Spontan saja kami mendekati ayah. Namanya juga anak-anak, pasti ingin merebut uang tersebut untuk jajan. "Ayo siapa yang mau?" ucap ayah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Begitu kami mendekat, ayah pun berdiri. Rupanya beliau senang apabila anak-anaknya bergelayutan padanya. Apalagi beliau dipeluk oleh putra-putrinya. Begitu tangan salah seorang anaknya hampir sampai ke dahi, ayah memindahkan uang ke tangan. Biasanya kakakku yang mendapatkan. Sebagai adik, aku protes ke ayah. "Yah, kakak lebih besar pasti menang dong, " kataku sewot. Agar aku tidak kecewa, ayah pun menggenggam uang lagi. Aku diminta untuk meraihnya. Dengan senang aku berjuang untuk mendapatkan uang tersebut. Ini kali ayah menggenggam tidak terlalu kuat agar aku bisa membuka jari-jarinya. Ah, ayah. Aku sangat rindu. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di Jannah-Nya.
Surabaya, 20 Mei 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Ah, kenangan indah yang membuat rindu. Smg ayah2 kita mendapat tempat yang terang di sana. Keren, Bunda.
Kenangan indah yang takkan terlupa. Jadi ingat sama bapak. Al Fatihah buat bapak kita.
Kenangan manis masa kecil. Sehat sukses bu
Aamiin, ulasan yang menarik tentang ayah, jadi ikut sedih. Semoga sehat selalu bunda Karyani
Kisah2 sederhana seperti ini justru membuat kita rindu tentang sesuatu hal ya Bu Karyani. Semoga kerinduan seperti ini dapat memotivasi diri.
Ulasan tentang masa kecil yang indah, semoga selalu sehat dan sukses.
Masa-masa kecil bersama orang-orang yang kita cintai tak kan terlupakan dan membuat kerinduan. Salam sehat selalu Bu Karyani.
Kenangan masa kecil yang indah. Ingin kembali dan memutar waktu tapi tak akan mungkin. Semoga sehat dan bahagia selalu Bunda.
Masa yang sangat indah tak kan bisa terlupakan sampai kapanpun juga. Semoga sukses dan sehat selalu bersama keluarga tercinta bunda