Navigasi Web
PILKETOS

PILKETOS

Oleh : Riswo, S.E., M.Si

Ketua Forum Guru Motivator Penggerak Literasi

Kabupaten Lampung Selatan

Kabut tipis bagai salju menyelimuti kaki Gunung Rajabasa. Desir angin semilir diiringi deburan ombak mengiringi langkah Si Putih abu-bu menuju ke sekolah. Sementara mentari tersenyum di ufuk timur mengintip jagat raya, menyaksikan sekelompok remaja yang sedang mempersiapkan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di sekolah.

Di halaman sekolah, terlihat para pelajar SMA telah duduk rapih berjajar menghadap tiga pasang calon ketua OSIS yang duduk di kursi, berpakaian hitam putih melambaikan tangannya. Sambil menebar pesona, mereka berharap mendapat simpatik dari calon pemilihnya.

Sorak-sorai diiringi tepuk tangan memecah dikeheningan pagi itu. Mereka memberi semangat kepada ketiga calon pasangan pengurus OSIS, yang akan berkompetisi memenangkan pertarungan Pilketos. Masing-masing pasangan calon terdiri dari calon Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, dan Sekertaris OSIS.

Saat pasangan calon nomor urut satu yang terdiri dari Gangga, Made dan Daffa mendapat giliran pertama untuk menyampaikan orasinya, sorak sorai diiringi tepuk tangan mewarnai dukungan pasangan ini. Saat Gangga, Made dan Daffa menyampaikan visi misinya, dengan hikmat mereka mendengarkan isi orasi yang disampaikan oleh pasangan ini. Suara riuh dan tepuk tangan terdengar menyemangati mereka.

Kini giliran pasangan nomor urut dua yang akan menyampaikan orasinya. Zakira, Damar, dan Qinara mengawali orasinya dengan menyampaikan visi misinya di depan mimbar. “Jika terpilih sebagai Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS dan Sekertaris OSIS, kami akan mendukung program sekolah yang ramah anak, ramah lingkungan, dan mengatasi bullying dan tindak kekerasan,” ujar Zakira, remaja cantik yang pernah menjuarai Karate di tingkat nasional.

“Hidup zakira..., hidup Damar, hidup Qinara,” ujar salah satu pendukungnya diiringi sorak sorai dan tepuk tangan, menyudahi orasi pasangan ini.

“Tibalah saatnya pasangan terahir yang akan menyampaikan orasinya. Kepada Fauzan, Kevin dan Iqbal dipersilahkan,” kata pembawa acara dalam ajang kampanye Pilketos hari ini.

Pasangan nomor urut tiga ini melambaikan tangannya, tersenyum lebar. Ketiganya menuju mimbar dan membuka orasinya dengan yel-yel. Kemudian menyampaikan visi dan misinya dengan berapi-api. Sorak sorai diiringi tepuk tangan mengumandang mengiringi kampanye pilketos hari ini.

Dalam orasinya, pasangan nomor urut tiga ini menyampaikan visi dan misinya sangat lengkap sekali. “Jika terpilih menjadi Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, dan Sekertaris OSIS, kami akan mendukung program sekolah yaitu menerapkan budaya positif, dimulai dengan menyambut kedatangan siswa dengan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Salim, atau 6 S,” ujar Fauzan menyampaikan orasinya.

“Kami juga akan mendukung program budaya positif di sekolah, berupa pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, dan pembelajaran yang menyenangkan. Apakah kalian sepakat?” kata Kevin menimpali orasi Fauzan.

“Sepakat,” sahut semua yang hdir yang mengikuti kampanye hari ini.

“Bukan hanya itu, kami juga akan menjaga kebersihan sekolah dan membuat hijau sekolah ini agar belajar kita merasa nyaman. Kami juga akan berkolaborasi dengan Pramuka, UKS, PMR, Paskibraka, Seni, Rohis, Pencak Silat, Karate, Taekwondo dan organisasi lainnya, untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi,” ujar Iqbal mengahiri orasinya.

“Fauzan...Kevin... Iqbal..., ayo semangat. Kami mendukungkum,” timpal salah satu siswa memberi semangat kepada pasangan ini.

Kampanye yang digelar di halaman sekolah hari ini dihujani interupsi dan pertanyaan dari siswa, dan guru. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon, dengan gayanya masing-masing. Diiringi kelakar kecil dan celotehan-celotehan konyol membuat suasana kampanye hari ini mengharu biru. Tanpa terasa kampanya Pilketos yang digelar hari ini telah usai.

Keesokan harinya tibalah saatnya kegiatan Pilketos. Pilketos yang digelar di halaman sekolah ini tak kalah serunya dengan Pilpres, dan Pileg. Hampir seribu dua ratus pemilih telah menyalurkan suaranya, untuk menentukan nasib sekolah untuk satu tahun ke depan.

Pesta demokrasi yang digelar hari ini menghantarkan pasangan nomur urut tiga sebagai pemenangnya, yang bersaing ketat dengan nomor urut dua. Sementara pasangan nomor urut satu ada diperingkat paling buncit.

Pesta demokrasi hari ini diahiri dengan ucapan selamat dari siswa dan dewan guru, kepada pasangan nomor urut tiga, yaitu Fauzan, Kevin dan Iqbal. “Selamat bertugas, semoga amanah ya, Nak,” ujar Kepala Sekolah dan dewan guru sembari memberi semangat.

“Selamat kawan. Kapan kita bacakan, hehehe?” timpal beberapa siswa mengiringi dewan guru memberi selamat.

Hari ini merupakan hari pertama Fauzan, Kevin dan Iqbal menjabat sebagai Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS dan Sekertaris OSIS. Ketiganya sedang membersihkan sampah di halaman sekolah, dibantu beberapa siswa lainnya. Tiba-tiba Gangga dan Damar menatap Fauzan, Kevin, dan Iqbal, sambil berbisik. Seolah mereka sedang menyusun sebuah rencana. Keduanya tertawa kecil, sambil mendekati kotak sampah.

Pandangan keduanya menyapu kesetiap sudut sekolah, sementara Gangga mundur satu langkah dan menendang kotak sampah yang ada di hadapannya.

Duaarrrr.....

Kotak sampah itu pun terbang ke wajah Fauzan, dan sampah pun berserakan di halaman sekolah. “Ha... ha... ha... . Ini akibatnya jika kalian tak mau mundur dari pengurus OSIS ini. Sampai kapan pun kami akan menghalang-halangi kalian,” ujar Gangga sambil berkacak pinggang.

“Rasain loh. Makanya kalian jangan sok jago di sekoal ini ya,” ketus Damar, terlihat sombong.

“Hai... hai... hai! Apa yang kalian lakukan di sini, Gangga, Damar?” kata Daffa yang tiba-tiba melihat polah mereka.

“Lo jangan ikut campur, Daffa. Seharusnya lo dukung kami. Gara-gara mereka, kita jadi kalah di Pilketos itu. Dasar cupu, kamu,” ujar Damar sambil mendorong Daffa sampai terjengkang ke belakang, lalu keduanya pergi meninggalkan mereka.

Fauzan, Kevin dan Iqbal yang sedang memunguti sampah, menghampiri Daffa yang baru saja bersitegang dengan sahabatnya itu. “Yang sabar ya, kawan. Jangan diambil hati,” kata ketiga sahabat yang belum lama ini telah mengalahkannya di Pilketos. Fauzan mengangguk lalu membantu mereka memunguti sampah-sampah yang berserakan akibat ulah gangga dan Damar.

“Kenapa mereka tidak mau menjaga lingkungan sekolah? Kalau lingkungan kita kotor, kita sendiri yang akan rugi. Selain dapat mengundang lalat, sampah juga dapat mengundang nyamuk Anopheles, dan Aedes aegypti, yang dapat menularkan malaria dan Demam Berdarah.”

“Kamu benar, Daffa. Menjaga kebersihan sekolah adalah tugas kita semua,” timpal Kevin yang diamini Iqbal.

“Kenapa sampah-sampah ini berserakan, kawan?” kata Zakira yang kebetulan lewat, dan bergabung ikut memunguti sampah yang berserakan.

“Tadi Fauzan, Kevin dan Iqbal sudah membersihkan halaman ini dan mengumpulkannya di kotak sampah. Tapi Gangga dan damar menendang kotak sampah ini sampai berhamburan. Mereka belum terima kekalahannya di Pilketos,” Daffa menjelaskan.

“Oh, rupanya mereka biangnya? Mereka tidak bisa kita diamkan!. Akan saya kasih pelajaran mereka,” ujar Zakira yang pernah juara karate nasional ini, terlihat marah.

“Sabar Zakira, sabar. Tahan emosimu. Sebenarnya saya juga kurang suka dengan tingkah mereka. Kekerasan bukanlah solusinya,” kata Fauzan membujuk Zakira.

“Eh, eh, eh. ada apa ini? Kok ribut-ribut?” tanya Made kepada mereka.

“Biasalah si biang kerok itu,” kata Zakira dengan nada kesal.

“Sudah, sudah. Ayo kita cari Gangga dan Damar. Kita bicarakan baik-baik dan dengan kepala dingin. Tahan emosi kalian,” kata Fauzan. Meraka pun mencari kedua sahabatnya itu.

Di tempat lain, Gangga dan Damar sedang menjahilin Rangga. Mereka menjewer dan menyentili-nyentil telinga Rangga, sambil tertawa terbahak-bahk. Rangga pun berusaha mengingatkan kejahilan temannya. “Kalian ini reseh amat sih.”

“Kalian nggak pernah kapok-kapok, ya. Selalu saja cari gara-gara,” ujar Zakira yang tiba-tiba datang bersama Fauzan, Kevin, Iqbal, dan Daffa, sambil menunjuk wajah mereka.

“Sabar, Boy sabar. Jangan marah, dulu kami hanya bercanda, kok,” ujar Damar.

“Ya Boy jangan marah. Gue hanya iseng kok,” timpal Gangga.

“Iseng?” kata mereka kompak saling berpandangan.

“Dengan kalian menendang kotak sampah, sampai sampahnya berantakan dan mengotori halaman sekolah, apakah itu juga tindakan iseng, ha? Sadarkah kalian? Tindakan kalian selama ini, telah banyak merugikan orang lain,” terang Zakira.

“Damar, Baron, Nabi pernah bersabda, Ana do fatu minal iman,” Kebersihan sebagian dari iman. Dari hadis di atas sudah jelas. Kita dituntut kesadaran untuk menjaga kebersihan dan juga mengelola lingkungan hidup, agar bermanfaat bagi umat,” kata Fauzan, dengan nada lembut.

“Hai Damar, Gangga! Kamu dengar, nggak?” timpal Zakira dengan nada tinggi.

“Ya, kami mengaku salah. Maafkan kami teman-teman semua,” kata Damar dan Gangga kompak.

“Dengan kata meminta maaf saja belum cukup. Harus dibarengi dengan tindakan nyata,” celetuk Zakira.

“Terus kami harus bagaimana, kawan?” kata mereka dengan wajah menyesal.

“Sebagai tanda penyesalan kalian, kalian harus bantu kami membersihkan lingkungan sekolah ini,” kata Fauzan.

“Baik teman-teman. Kami bersedia membantu kaliaan membersihkan halaman sekolah, dan siap mendukung program kalian semua,” ujar Damar dan Gangga sambil meminta maaf. Sejak itu mereka bersatu, dan bahu membahu mendukung program OSIS, serta turut mensukseskan penerapan budaya positif di sekolah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post