Navigasi Web
Samar Bayangan

Samar Bayangan

Entah apa yang kurasakan malam ini

Jangkrik ramah bersahutan silih berganti

Nadanya terdengar begitu memilukan

Seakan turut merasakan rintihan kepiluan

.

Rintik hujan kini sudah berhenti

Dia tidak lagi setia untuk menemaniku saat ini

Sepertinya basah enggan untuk menyapa bumi

Padahal dulu dia pernah berjanji untuk selalu menemani

..

Entah apa yang kurasakan malam ini

Saat bintang-bintang berpandangan dari balik awan

Angin hampir menyerah tak sanggup bertiup untuk melawan

Hingga gulita pun tak lagi bercumbu dengan cahaya rembulan

...

Seketika sesak menyergap masuk nun jauh ke sana

Mengalirkan bulir-bulir yang entah apa rasanya

Kemudian bersatu bersama aroma dusta yang kau cipta

Yang hingga kini masih terngiang nyata

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Aku kalo udh puisi, nyerah aku ngasih komen...

16 Jun
Balas

Ish awak pun coba2 ajanya kak

17 Jun

ckckck, darah pujangga sudah hadir di raga, sukmaku sudah menerima, untuk mengaharap hujan dengan ikhlas tumpah. Sukses Bu.

16 Jun
Balas

Wuiss ngeri ah darah pujangga hiihii

17 Jun



search

New Post