Samar Bayangan
Entah apa yang kurasakan malam ini
Jangkrik ramah bersahutan silih berganti
Nadanya terdengar begitu memilukan
Seakan turut merasakan rintihan kepiluan
.
Rintik hujan kini sudah berhenti
Dia tidak lagi setia untuk menemaniku saat ini
Sepertinya basah enggan untuk menyapa bumi
Padahal dulu dia pernah berjanji untuk selalu menemani
..
Entah apa yang kurasakan malam ini
Saat bintang-bintang berpandangan dari balik awan
Angin hampir menyerah tak sanggup bertiup untuk melawan
Hingga gulita pun tak lagi bercumbu dengan cahaya rembulan
...
Seketika sesak menyergap masuk nun jauh ke sana
Mengalirkan bulir-bulir yang entah apa rasanya
Kemudian bersatu bersama aroma dusta yang kau cipta
Yang hingga kini masih terngiang nyata
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Aku kalo udh puisi, nyerah aku ngasih komen...
Ish awak pun coba2 ajanya kak
ckckck, darah pujangga sudah hadir di raga, sukmaku sudah menerima, untuk mengaharap hujan dengan ikhlas tumpah. Sukses Bu.
Wuiss ngeri ah darah pujangga hiihii