Menuju Matahari
Dalam buaian kenangan yang membalut asa
Kuayun langkah menuju matahari
Menapaki bebatuan tanpa alas kaki
Melintasi hamparan yang penuh dengan duri
.
Penat ini mengajakku untuk berhenti sejenak
Kuhapus peluh yang banjir membasahi
Kutata rapi hembusan nafas yang mulai tercekal ditenggorokan
Perlahan nyaman merasuki jiwaku
..
Perlahan kucoba untuk segarkan dahaga
Sambil mengumpulkan cukup bekal untuk melanjutkan perjalanan
Yang begitu panjang
...
Jauh kutatap ke depan
Apakah bisa aku bertahan?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
wuiihh.. bahasanya.. keren..
Keren bu
Insyaa Allah Bisa Bund.. hehehe... Maju terus pantang mundur...
Harus, harus bisa bertahan. Lanjutkan. Kita penuh kesamaan, salam sukses Bun