Meminta Maaf (3)
"Jadi kalau begitu, jika memang aku ada salah padamu aku minta maaf ya."
Sering sekali kita mendengar kalimat permintaan maaf menggunakan kata kalau, jika, apabila dan kata semaknanya. Padahal jika benar-benar kita renungkan permintaan maaf menggunakan kata-kata itu terkesan kurang tulus. Sekedar hanya untuk membayar hutang dengan terpaksa. "Jika ada salah", nah berarti seakan-akan sang peminta maaf merasa tidak ada salah dong.
Jadi, sebaiknya permintaan maaf menggunakan kata-kata tersebut diatas diusahakan untuk dihindari. Agar permintaan maaf yang dilakukan benar-benar tulus dari hati tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun.
Karena hakekat permintaan maaf adalah rasa penyesalan yang dalam atas segala perbuatan yang tidak menyenangkan yang sudah mengganggu kenyamanan seseorang. Penyesalan atas kata-kata yang sudah terucap.
Permintaan maaf dilakukan untuk meredam amarah agar tidak semakin memanas. Secara psikologi agar orang-orang yang sudah tersakiti tidak bertindak agresif, melakukan pembalasan yang biasanya lebih kejam dari tindakan yang pernah diterimanya.
Makanya etika meminta maaf juga ada aturan yang dapat membuat kedua belah pihak, meminta dan memberi maaf, lebih lega. Benar-benar tidak ada lagi dendam yang tersimpan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren bund... Muhasabah diri