Masih Tentang Iri
Melihat lini masa yang sudah penuh dengan jalan-jalan liburan sehabis lebaran. Hati ini suka nyesek. Ada rasa iri, sebel, gemes bercampur jadi satu. Padahal diri masih tetap bertahan untuk istiqomah berada di rumah. Oh, entahlah.
Mereka ke pantai. Ramai sekali terlihat dari foto dan vidio yang dibagikan. Bersama keluarga tetawa bahagia. Ada juga yang ke gunung menikmati sejuknya hawa pegunungan. Bersenda gurau begitu ceria. Semua sudah dirasakan biasa saja. Tiga bulan terkurung ternyata begitu menyesakkan. Sudah saatnya untuk new normal, mungkin begitulah pikiran mereka.
Seorang teman berkata.
"Insyaallah sudah aman, tidak ada apa-apa lagi. Yang terpenting adalah luruskan mindset kita aja. Tetap positive thingking. Pikirkan yang baik-baik insyaallah semua berjalan baik. Jangan lupa tetap menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Dan berdoa."
Baiklah kalau begitu. Mungkin aku saja yang sedikit horor menanggapi situasi ini. Harus lebih relax lagi kayaknya.
Tetapi, barusan baca update perkembangan covid-19 di kotaku. 1 orang positif pcr tes.
Kembali gelisah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
makin tidak terkendali, dimana-mana makin banyak masyarakat yang mengabaikan protokoler kesehatan
Sudah suka ati orang itu aja kan Pak hiks
iya bu
Berdoa saja bund.... Semoga semua baik baik saja.. He.. He... Daripada stres sendiri ya bund... Salam sehat dan Semangat...
Hiihii siap ibu