Bias Luka (Part 4)
“Bu, warung sudah Fia gembok semua. Nanti malam kita nggak usah buka warung ya” kata gadisku.
“Kenapa?” tanyaku.
“Fia ada PR. Banyak. Tadi nggak sempat dikerjain di warung” jawabnya.
Aku mengangguk mengiyakan. Kalau malam hari aku juga tidak memaksakan. Jika aku tidak terlalu letih aku berangkat juga ke warung ditemani tiga anakku. Semuanya suka menemani aku di warung. Jadi rasa di rumah saja. Kecuali ayahnya. Sekalipun tidak mau tahu apa yang sedang kulakukan di warung itu. Meskipun dia tahu warung itu sungguh berjasa untuk kehidupan kami selama ini.
Yang dia tahu hanya jika ada keperluan untuk dirinya pribadi, seperti mengambil rokok, bensin, baru dia datang ke warungku sekedar berbasa basi. Terkadang pun anak-anak yang disuruhnya untuk mengambilnya mungkin saking gengsinya dia padaku, istri sahnya.
Usai sholat isya kudengar sepeda motornya memasuki teras. Anak-anak sudah di kamarnya masing-masing kurasa, karena sudah lengang ruang tengah sedari tadi. Tumben sih. Biasanya jam segini mereka masih teriak-teriak di depan tv.
Kudengar pintu kamarku terbuka. Lampu dinyalakannya. Kemudian dia berjalan mendekati tempat tidurku. Aku tetap pada posisiku berpura-pura sudah terlelap. Tak biasanya dia memasuki kamarku jam segini. Mau apa dia? Dia berdehem. Tetap tidak kupedulikan.
"Lia! Lia!" Dia menggoyang-goyangkan tubuhku. Dengan terpaksa aku duduk.
"Ada apa, Mas?"
“Ini uang 5 juta. Kau gugurkan anak itu.” Dia meletakkan uang itu di atas meja nakas. Lalu keluar dari kamar.
Lemas seluruh persendianku. Ya Allah, cobaan apalagi yang akan kujalani setelah ini.
Bersambung ....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Lanjuuut....
Jahat ihh....Pengen nabok ....
Hahaaa
Kok tega ya, iihhhh penasaran.keren kak
Sabar. Authornya msh bingung. Hahaaa