Bias Luka (Part 3)
Sepeda motor itu pun berlalu meninggalkanku. Tak mampu aku menahan sesak dada ini. Kulampiaskan semuanya melalui derai airmata. Dengan menangis kurasakan bebankupun sedikit terurai.
Ya Allah, lihatlah aku. Seorang perempuan yang tidak berdaya yang berkali-kali tersakiti oleh dia yang seharusnya melindungiku. Selama ini aku tetap bertahan demi ketiga buah hatiku dan nama baik keluarga.
Matahari semakin rendah di ufuk barat. Jingganya membuat suasana sore ini semakin syahdu. Seperti merasakan rintih yang ada di dalam hatiku. Sawah-sawah yang terbentang luas mengelilingi rumahku tampak semakin menguning oleh sinarnya.
Dari jauh kulihat dua anakku berkejaran dengan sepeda bersama teman-temannya. Si kakak yang paling besar berjalan santai paling belakang. Alhamdulillah, aku memiliki anak yang baik budi. Sebelum maghrib mereka dipastikan sudah berada di rumah, sudah mandi dan rapi menantikan sholat maghrib. Kuhapus sisa bening di pipiku. Aku tidak ingin mereka bersedih melihat ibunya yang tak henti menangis.
Kalau anak-anak sudah pada kumpul hatiku jadi ramai lagi. Tidak ada kuingat lagi pertengkaran yang baru saja terjadi. Apalagi mendengar celoteh mereka setelah seharian sekolah, ngaji dan bermain. Cuma bahagia yang kurasakan.
Shofiya si sulungku baru pulang dari warung kami. Meski baru kelas 5 SD Fiya sudah bisa kuamanahin untuk menjaga warung di ujung jalan. Sekitar 200 meter dari rumah kami. Karena di sana adalah persimpangan jadi lebih ramai orang lalu lalang.
Sepulang sekolah kami bergantian shift. Fiya ke warung dan aku pulang untuk beres-beres di rumah. Lumayan untuk nambah-nambah ekonomi keluarga. Dari warung itu pula kami bisa membangun rumah sedikit demi sedikit. Membeli mobil meskipun hanya mobil murahan, tetapi sangat bermanfaat buat keluarga kecil kami. Itupun atas rengekan suamiku. Segala rayuan dikeluarkannya agar aku mau membeli mobil itu. Dengan keikhlasan hatiku semua kuturutin agar dia bahagia dan semakin sayang kepadaku, batinku.
Bersambung ....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Lanjuut...