Ispramono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
YANG BELUM BISA TERGANTIKAN

YANG BELUM BISA TERGANTIKAN

Oleh : Ispramono

Kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas yang syarat dengan interaksi baik secara fisik maupun secara emosional suatu hal yang sangat menyenangkan. Pengajar dengan wibawa menyampaikan materi pelajaran dengan semangat dihadapan para siswa. Keluguan dari anak-anak bisa terpancar dari raut muka mereka dalam menerima pelajaran, celoteh lucu, sendauguraan mereka menjadi penyemangat kami para guru untuk selalu memberikan yang terbaik.bagi para generasi penerus bangsa. Kelas terasa hidup sebagai wadah pendadaran bagi siswa untuk belajar berbicara di depan kelas, memimpin anggota kelompok untuk memecahkan masalah, saling bersosialisasi untuk mendewasakan pola pikir mereka, tak terkecuali pendidikan karakter juga terselip dari proses pembelajaran di kelas.

Kegiatan extrakurikuler di luar kelas sebagai wadah mengembangkan bakat dan minat mereka, berlatih disiplin, tempat untuk mengaktualisasi ragam seni dan budaya seperti tari, membatik, reog, tata boga, pramuka, bola voli, drum band yang setiap hari mewarnai hari-hari di sore hari setelah pembelajaran. Sekolah terasa dinamis dari pagi hingga sore menjelang adzan magrib. Anak-anak menunjukan semangat yang tinggi walau seharian berada di sekolah.

Bulan Agustus yang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Ponorogo, gelar Festifal Reog mini selalu hadir untuk melestarikan budaya suatu sajian yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak untuk menunjukan kebolehannya yang sudah mereka persiapkan jauh hari lewat kegiatan extrakurikuler. Warga masyarakat tak kalah semangat selalu memenuhi kursi penonton setiap hari. Pasar malampun ikut menyemarakan keramaian di aloon-alon dalam menyambut hari jadi Kabupaten Ponorogo. Apalagi lagi tahun baru Hijriah jatuh pada bulan Agustus, tentunya semarak dan gebyarnya semakin terasa.

Namun sejak pandemi melanda seantero negeri kegiatan seperti di atas tak berjalan lagi. Pandemi telah merubah kehidupan dari berbagai sektor, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka harus diganti dengan pembelajaran daring. Pembelajaran daring yang sudah berjalan 17 bulan membuat siswa super jenuh tak terkecuali gurunya. Semua kegiatan pembelajaran melalui si kecil yang selalu dibawa kemana-mana, seakan-akan tak mau lepas dari genggamnya. Handphone merupakan barang yang wajib dimiliki oleh siswa untuk ikut pembelajaran daring. Guru harus menyiapkan materi baik lewat google form, google sites, google meet tak terkecuali classroom. Bagaimana antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran daring? Di awal pandemii anak-anak masih semangat, hampir semuanya mengikuti pembelajaran dan mengumpulkan tugas yang diberikan. Namun berjalannya waktu kejenuhanpun melanda hati anak-anak. Anak hanya mengisikan daftar hadir yang dikirim lewat google form namun tidak mengirimkan tugas yang dikirim oleh guru, bahkan mungkin anak tidak membuka materi yang harus dipelajari dan dipahami. Ini suatu permasalahan yang mungkin dialami diberbagai sekolah. Anak hanya memasang target mengirimkan tugas saja tanpa memperdulikan essence materi yang harus dipelajari dan dipahami, sebagai bekal mengarungi kehidupan nyata di masyarakat nanti. Anak semakin malas membaca, menulis bahkan tidak memperdulikan orang di sekitarnya kalau sudah memegang handphone. Hari-hari hanya bergelut dengan game yang ada di handphonenya.

Sekolah seperti kehilangan detak nadinya. Hanya ruang kelas kosong tanpa suara, tanpa canda, tanpa tempelan hasil karya siswa yang biasanya selalu dihiasi dengan karya siswa hasil praktek dari pembelajaran. Tidak ada suara anak memimpin doa, memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya bentuk melatih keberanianan dan pendidikan karakter religius dan nasionalis. Kegiatan ektrakurikuler menjadi mati suri. Perkemahan yang biasanya diadakan dalam rangka menyambut Hari Pramuka dan sebagai wadah melatih kepemimpinan dan kemandirian anak, kini hanya terbatas sebagai mimpi.

Kita berharap pandemi segera berakhir dan kehidupan normal kembali seperti sedia kala. Agar pendidikan bisa berjalan dengan apa yang diharapkan. Kita kembali mengisi kelas-kelas dengan membawa sepenuh ilmu untuk diserap oleh para siswa. Senyum ceria anak-anak kembali mengisi hari-hari kita di kelas. Karya dan bakat anak bisa bermunculan yang dapat mengukir prestasi. Pendidikan karakterpun tertanamkan dengan baik. Memang pembelajaran tatap muka belum bisa tergantikan sampai saat ini, untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang bisa dipertanggungjawabkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post