UNTUK RENUNGAN
Hingga datang jeda waktunya
Hujan juga belum lagi reda
Sementara tiang berteduh pun mulai lapuk
Termakan rayap-rayap kebosanan
Aku mulai berpikir untuk mengisi teka-teki di titik nadir
Sembari menunggu teman berpayung
Yang sudi mengiringiku untuk melewati jalan pulang
Sinar redup sang mentari tertutup hitam pekat gelayut mendung
Kuabaikan… cerita indah halaman rumah
Kujalani terpurukku hingga tak terbatas rasa penantian reda cuaca
Rona bibir mulai pucat garis hitam mata memandang sayu
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren puisinya Bapak. Semoga sehat dan sukses selalu
Terima kasih. sukses selalu