Ispramono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
UNTUK RENUNGAN

UNTUK RENUNGAN

Hingga datang jeda waktunya

Hujan juga belum lagi reda

Sementara tiang berteduh pun mulai lapuk

Termakan rayap-rayap kebosanan

Aku mulai berpikir untuk mengisi teka-teki di titik nadir

Sembari menunggu teman berpayung

Yang sudi mengiringiku untuk melewati jalan pulang

Sinar redup sang mentari tertutup hitam pekat gelayut mendung

Kuabaikan… cerita indah halaman rumah

Kujalani terpurukku hingga tak terbatas rasa penantian reda cuaca

Rona bibir mulai pucat garis hitam mata memandang sayu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren puisinya Bapak. Semoga sehat dan sukses selalu

30 May
Balas

Terima kasih. sukses selalu

31 May



search

New Post