MERDEKA BELAJAR
#tantanganmenulis ke 108
Merdeka belajar membawa paradigm baru dalam proses pembelajaran di Indonesia. Bertanyalah! Pun pertanyaanmu akan terjawab terjawab seiring proses belajarmu. Kalimat tersebut nampaknya mewakili istilah merdeka belajar yang sebenarnya. Kalimat tersebut hendaklah dapat memupuk siswa agar mau bertanya dan mau mencari jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Itu semua berdampak pada peran guru dalam proses pembelajaran.
Kata belajar sendiri, sepertinya mendapatkan respon yang kurang menyenangkan dari siswa generasi milineal. Siswa sering kali merasa jenuh dan kurang beersemangat mendengar kata belajar. Belajar bagi pandangan siswa adalah tentang membaca buku berlembar-lembar, mencatat materi panjang lebar, serta mendengarkan penjelasan guru yang terkadang justru melebar keluar dari bahan ajar.
Menurut Winkel belajar diartikan sebagai suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksiaktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman dan sikap-sikap. Berdasarkan pengertian tersebut belajar seharusnya menjadi pengalaman yang bermakna dan mengesankan sehingga seseorang dapat menjadi pribadi yang berilmu dan berpengetahua, dengan pemahaman dan sikap-sikap yang lebih baik daripada sebelum ia belajar. Untuk mencapai pengalaman yang bermakna dan mengesankan dibutuhkan sumber belajar yang tepat dan dan bervariasi, agar siswa tertarik untuk belajar.
Zaman yang semakin maju dan teknologi yang semakin canggih terkadang mengesampingkan peran guru sebagai sumber utama siswa dalam belajar. Meskipun peran guru kini adalah sebagai fasilitator belajar siswa. Akan tetapi terampil tidaknya siswa pada suatu materi tetap tergantung bagaimana guru menggiring siswa tersebut. Guru tetaplah sebagai pendidik dan membimbing bagi siswanya. Saat ini sangat memungkinkan bagi siswa melihat tutorial youtube untuk melakukan suatu hal, tapi untuk dapat mengoreksi dan mengarahkan siswa tetap gurulah yang mampu melakukannya. Dalam perannya sebagai fasilitator pembelajaran, guru bisa memanfaatkan alam sekitar sebagai media konkrit yang bersentuhan langsung dengan siswa. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran terkadang ada yang tidak disadari oleh guru, perihal pemanfaatan siswa sebagai sumber belajar. Bisa jadi siswa sendiri adalah sumber belajar bagi siswa lainnya atau bahkan juga bagi gurunya. Dengan semboyan merdeka belajar lebih memberikan kesempatan siswa untuk mengeksplor dirinya.
Terkait peran guru yang begitu penting dalam pembelajaran, guru haruslah menyiapkan diri dengan terus mengikuti perkembangan zaman.Maka untuk menjadi guru yang up to date seorang guru harus mengupgrade ilmu pengetahuan serta keahliannya. Guru tetaplah sebagai pelopor siswa dalam belajar. Mahir tidaknya siswa dalam dalam apa yang telah dipelajarinya berbanding lurus dengan seberapa kreatif, inovatif dan terpercayanya dalam mengorganisasikan kelas. Maka marilah kita menjadi guru yang inovatif, guru yang up to date, guru yang bisa ddipercayai oleh siswanya, sehingga siswa memperoleh kenyamanan, keamanan dan pengalaman yang berkesan serta bermakna.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Ulasan yang keren, Pak
mantab pak guru... lanjuuut!!!...
Suwun