KHASIAT SARI TEMULAWAK
Tanaman dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza Roxb. ini memiliki rimpang yang relatif besar dengan warna irisan kuning cerah. Temulawak yang juga dikenal sebagai Javanese turmeric adalah tanaman yang berasal dari Indonesia, dan kini telah tersebar luas di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Temulawak banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, teutama pada tanah yang gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1.500 meter di atas permukaan laut.
Rimpang temulawak dapat digunakan sebagai obat antioksidan, aktifitas tersebut disebabkan karena adanya senyawa flavonoid, fenol serta kurkumin. Antioksidan intraselular, seperti glutation melindungi mukosa lambung dari stres oksidatif dari fagositosis, ketika sistem pertahanan antioksidan tidak mencukupi, radikal bebas menyebabkan kerusakan membran sel, kerusakan oksidatif dan kematian sel juga terjadi terus-menerus.
Pada bagian rimpang temulawak, ditemukan beberapa kandungan senyawa kimia, sebagai berikut: Fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap Minyak atsiri Kamfer Glikosida Foluymetik karbinol Kurkuminoid yang terdiri atas kurkumin dan desmetokskurkumin Xanthorizol
Pada bagian rimpang temulawak, ditemukan beberapa kandungan senyawa kimia, sebagai berikut:
1. Fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap
2. Minyak atsiri
3. Kamfer
4. Glikosida
5. Foluymetik karbinol
6. Kurkuminoid yang terdiri atas kurkumin dan desmetokskurkumin
7. Xanthorizol
Oleh karena kandungan kimia di atas, temulawak pun kemudian dianggap memiliki manfaat selain imunitas, yakni sebagai berikut:
1. Menetralkan racun
2. Menghilangkan nyeri Antibakteri
3. Mencegah pelemakan dalam sel-sel hati
4. Antioksidan
5. Menurunkan kolestereol
6. Menurunkan triglisedia atau lemak yang banyak ditemukan di dalam darah
7. Meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui
Meskipun fungsinya sangat banyak, namun bukan serta merta kamu bisa mengonsumsinya berlebihan. Pasalnya, temulawak juga bisa menyebabkan efek samping. Untuk penggunaan dalam jangka waktu singkat, temulawak umumnya aman digunakan. Namun, jika digunakan lebih 18 minggu temulawak juga bisa menyebabkan iritasi perut dan mual. Penting untuk dipahami, temulawak tidak bisa menggantikan obat dan perawatan dokter. Penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk membuktikan manfaat herbal tanaman ini. Temulawak umumnya digunakan hanya sebagai terapi penunjang, bukan obat utama untuk menyembuhkan penyakit. Terlebih, jamu yang terbuat dari tumbuhan herbal juga tidak memiliki standar dosis yang tetap sehingga efeknya bisa berbeda tiap orangnya. Temulawak bisa saja berinteraksi negatif dengan obat-obatan yang sedang kamu konsumsi. Apabila dokter tidak mengizinkan kamu untuk mengonsumsi temulawak, maka ikuti aturan tersebut dan jangan melanggarnya. Sebaiknya kamu mempercayakan pengobatan pada dokter demi kondisi kesehatan yang lebih baik.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terimakasih telah setia mengunjungi sriyonospd.gurusiana.id untuk SKSS mas Ispramono. Uraikan yang informatif dan sangat bermanfaat bagi gurusianer. Selamat malam selamat beristirahat mas. Salam sehat dan sukses selalu.
Terimakasih. P. Sriyono
Ulasan yg bermanfaat. Terima kasih ilmunya, Pak. Salam sukses.
Terima kasih, sehat selalu