BELAJAR DENGAN GEMBIRA
#tantanganmenulis ke 110
Belajar bukan hanya kegiatan berfikir atau serius membaca buku, menghafalkan rumus-rumus atau mengerjakan soal-soal. Anak disuruh belajar, spontan yang ada dalam pikiran kita bahwa anak tersebut harus mengambil buku, membacanya, mengerjakan soal-soal latihan, menghafal dan sebagainya. Padahal dengan menonton TV, bermain game, merakit mainan, bermain dengan teman, bermain peran, mengamati sesuatu, menirukan, mencoba membuat sesuatu dan berinteraksi dengan orang lain merupakan suatu proses belajar. Belajar tidak hanya terbatas dengan kegiatan yang dilakukan di sekolah atau di tempat les. Belajar melibatkan proses mental dan emosional seseorang.
Belajar merupakan kebutuhan setiap manusia, karena belajar itu merupakan salah satu upaya peningkatan kecerdasan dan kemampuan yang akan berpengaruh terhadap kehidupan, bahkan agama juga mengatakan bahwa belajar wajib hukumnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus melakukan berbagai aktifitas demi mencapai suatu tujuan tertentu. Ketika melakukannya tentu banyak hal yang belum kita ketahui bagaimana cara melakukannya maupun cara menyelesaikan. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai masalah. Belajar akan membantu memecahkan dan menyelesaikan masalah tersebut.
Keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak hanya menjadi tanggungjawab sekolah dan guru saja, tetapi orang tua juga berperan penting di dalamnya. Orang tua sebagai motivator di rumah sangat mempengaruhi keberhasilan belajar anak di sekolah. Hubungan yang baik antara guru, orang tua dan anak serta peran yang optimal diantara ketiganya menjadi kunci keberhasilan proses belajar dengan hasil yang optimal sesuai yang diharapkan.
Belajar dengan gembira merupakan metode pembelajaran yang memusatkan perhatian pada siswa, dalam hal ini guru sangat berperan penting di dalamnya. Jadi tugas guru semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan, namun juga sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar. Jadi guru harus bisa mengemas pelajaran semenarik mungkin sehingga siswa bisa mengikutinya dengan antusias.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. Pertama : buat suasana ruangan yang berbeda, ubah posisi tempat duduk siswa. Kedua : Perbanyak interaksi yang memancing ide anak, tugas guru disini adalah memfasilitasi anak agar bisa mengeluarkan ide-idenya. Ketiga : manfaatkan teknologi. Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana yang aktif. Keempat : memiliki sifat humoris. Untuk menciptakan suasana segar dan tidak kaku. Kelima : Berikan perhatian yang sama pada semua siswa. Berikan pelayanan dan kasih saying yang sama terhadap anak, jangan beda-bedakan mereka. Dari beberapa contoh di atas bisa dicoba melakukannya dan yakinlah seorang guru pasti bisa menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran agar suasana belajar bisa menggembirakan dan menyenangkan bagi siswa dan juga guru.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen ulasannya, Pak.Salam literasi
Terima kasih P. Dede
Keren ulasannya. Makasih tips-nya, Pak
Terima kasih, Sehat selalu
Bisa di praktikan ini pak, maantuul ulasannya
Iya. Biar anak tidak bosen