APLIKASI MEMBUNUH KREATIVITAS?
#tantanganmenulis ke 113
Tidak bisa dipungkiri bahwa kecanggihan teknologi saat ini membuat para siswa semakin dimanjakan dan terbuai dengan hadirnya beragam aplikasi yang terdapat dalam handphone, salah satunya adalah aplikasi pengalih aksara Jawa otomatis. Apliksi tersebut menyediakan kemudahan alih aksara dari paragraph beraksara Jawa menjadi paragraph berhuruf latin maupun sebaliknya dengan cepat. Pergeseran budaya ini menimbulkan anggapan dalam diri siswa bahwa mereka tidak perlu bersusah payah menghafalkan wujud aksara Jawa karena soal-soal beraksara Jawa dapat diselesaikan dengan mudah melalui aplikasi pengalih aksara Jawa tersebut.
Hadirnya berbagai kemudahan yang tersedia di lapangan ternyata bukannya membuat siswa semakin rajin dalam pembelajaran, tetapi justru membuat para siswa semakin bermalas-malasan untuk menghafalkan wujud aksara Jawa. Hal tersebut berakibat dapat membunuh kreativitas siswa.
Munculnya sebuah aplikasi dengan berbagai kemudahan justru sedikit atau banyak akan memunculkan permasalahan dalam mempelajari materi pelajaran Bahasa Jawa khususnya pada materi membaca dan menulis aksara Jawa. Terbunuhnya satu kreativitas yang seharusnya bisa muncul dalam dalam materi ini. Tidak akan keinginan membuat lukisan kaligrafi indah dengan aksara Jawa. Padahal melalui goresan dan setuhan warna, pembelajaran Bahasa yang penuh rasa ini akan semakin mantap dirasakan siswa. Jika aplikasi ini tidak meracuni, pembelajaran Bahasa ini akan lebih berarti. Sehingga akan memunculkan karakter dan kepribadian generasi muda yang mencintai budayanya.
Anggapan bahwa budaya menulis atau membaca aksara Jawa ini sudah ketinggalan jaman. Mereka merasa kurang perlu mempelajari lebih dalam, apalagi dengan kemajuan teknologi adanya aplikasi alih aksara tadi. Sebenarnya keberadaan sebuah aplikasi bisa menjadi salah satu pilihan dalam penggunaan media pembelajaran. Tetapi keberadaan aplikasi iini tetap dibutuhkan pendampingan supaya tidak berakhir buruk. Arahan awal dari guru tetap dibuutuhkan dalam penggunaan sebuah aplikasi pendukung media pembelajaran, sehingga guru bisa memantau dan mengarahkan siswa dalam proses pembelajarannya. Alangkah baiknya apabila guru dapat memberikan alternative media pembelajaran yang tidak hanya memudahkan siswa saja, tetapi juga memahamkan siswa pada materi yang diberikan.
Tidak semua teknologi modern cocok dipilih sebagai media pembelajaran karena adanya kesalahan pengaplikasian di lapangan justru berimbas tidak baik bagi kreativitas siswa. Sanggatlah tepat apabila kecanggihan teknologi bisa berdampingan dalam menumbuhkan kreativitas belajar siswa.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Ulasan yang kereeeennn... Makasih, Pak. Smg kita bisa mendampingi anak dalam memanfaatkan aplikasi
Terima kasih bu
Tetap semangat mencerdaskan anak bangsa untuk melestarikan budaya Jawa maupun budaya daerah yang lain.Terimakasih telah setia mengunjungi sriyonospd.gurusiana.id untuk SKSS.
Terima kasih P. Sriyono, Semoga sehat selalu
Sepakat, Bapak. Ulasan yang siip. Kemajuan teknologi harus diberi pendampingan agar kreatifitas tetap ada. Salam sukses.
Terima kasih Bu
Ulasan yang sangat menarik pak
Terima kasih, Semoga sehat selalu
Cakep ulasannya Pak Is, sebuah tantangan bagi insan pendidikan menyiasati perkembangan dunia digital yang tak terbendung,, salam sukses selalu
Iya betul, terima kasih sukses selalu
Betul sekali pak, anak-anak jadi malas menghapal dan membaca buku2. Keren ulasannya.