Rembulan di Pelataran
#TG hari ke-70
Rembulan berjalan di pelataran
Merangkak perlahan di rumput halaman kita
Seperti hendak bercerita
Masih ada indah yang tersisa di sana
***
Selarik puisi menjadi referensi
Eksistensi sebuah hati untuk tetap mencintai
Bayangan hitam oleh cahaya bulan berpendar
Menggambarkan rasa yang tak pernah memudar
***
Tak kurisaukan kata yang tak terucapkan
Kan kusingkap gairah di balik rerumputan
Sebelum embun berangsur datang
Melumat semua dan hilang
Gairah cintamu
Yang hanya milikku
Selamanya…
***
Rembulan yang berjalan di pelataran
Dalam bungkam mampu menyaksikan
Kembalinya sebuah keyakinan
Untuk tetap anggun disematkan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar