Hari ke 258 'Konflik...yuuk diatasi ??
Zaman sekarang ini banyak sekali konflik terjadi, konflik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan. Adanya perbedaan pendapat. Dapat menyebabkan konflik. Konflik bisa terjadi secara perorangan, kelompok bahkan daerah atau Negara. Konflik yang dibiarkan dan dibesarkan akan menjadi sesuatu yang dapat membahayakan kelangsungan dari suatu oraganisasi tersebut.
Manusia sebagai mahluk sosial memang akan memiliki konflik. Dari mulai zaman Nabi Adam dan putra nya sudah ada konflik. Qabil dan Habil yang saling membunuh karena adanya rasa iri. Setiap kita tidak bisa lari dari konflik, konflik harus diselesaikan jangan dibiarkan.
Jika kita menyaksikan sebuah tayangan, entah film atau sinetron, rata-rata yang ditayangkan adalah konflik, konflik yang berhubungan dengan keluarga. Sebagai seorang guru TK sering terjadi konflik antara anak dengan anak. Konflik yang terjadi di Taman Kanak-kanak terkadang dapat melibatkan seluruh keluarga.
Ada suatu kejadian seorang anak, tiba tiba pulang sekolah ada tanda cakaran di tangannya, dan pulang dalam kondisi menangis. Orang tuanya yang ada di kantor sangat panik, lalu tiba-tiba memberikan pesan ke guru dengan panjang lebar, membaca pesan tersebut guru sangat kaget. Lalu ditelusuri permasalahannya dan diselesaikan. Namun tidak begitu saja selesai ada pihak-pihak yang belum puas jika tujuannya belum tercapai masih saja membesarkan permasalahannya. Akhirnya melibatkan banyak pihak. Ada juga yang sampai ke pihak kepolisian. Ada kerugian-kerugian yang terkadang tidak puas dengan tabayyun. Sampai akhirnya mengancam jika anak tersebut masih di kelas itu, maka dia tidak mau masuk sekolah, atau minta anak tersebut ditindak tegas.
Sebagai seorang guru situasi ini sangat tidak nyaman, ada kepentingan-kepentingan individu yang ingin di dahulukan. Tapi kita harus adil dalam memutuskannya, tidak ada yang dimenangkan atau dikalahkan, tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan. Ini sangat memerlukan kemampuan dalam berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah dengan cara yang benar. Dengan cara yang bijak. Ini yang menguras fikiran dan waktu. Fikiran yang dipenuhi dengan konflik tersebut secara terus menerus menyebabkan berbagai masalah lain menjadi tidak tertangani. Seorang guru juga mempunyai kehidupan yang terkadang banyak permasalahan, akan menambah konflik dan menyebabkan fisik kita menjadi terganggu.
Dalam sebuah pertemuan tentang management konflik, ada cara menyelesaikan masalah agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Cara mencegahnya yang pertama objek pencetus konflik harus disosialisasikan secara jelas, dihindari adanya kesalahfahaman, dan transparasi perlu dijaga.
Dalam Al-Qur’an surat Al Hujarat ayat 6 Allah berfirman “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Sangat pentingnya menyelesaikan masalah dengan cara ya bijak, jangan lupa bertabayyunlah. Semoga bermanfaat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar